Pariwisata Lampung Mulai Bangkit, Tapi Masih Kalah dari Tetangga Sumatera

LAMPUNG –  Pariwisata Lampung menunjukkan sinyal positif pada November 2025. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang naik menjadi 48,93 persen, naik tipis 1,67 poin dibanding Oktober. Meski begitu, jika dibandingkan November 2024 yang tercatat 51,41 persen, angka ini turun 2,48 poin, menunjukkan pemulihan belum sepenuhnya stabil.

Dari klasifikasi hotel, yang menarik adalah hotel bintang 4 dan 5 naik signifikan menjadi 58,94 persen, sementara hotel bintang 1–2 dan bintang 3 justru menurun. Hotel non-bintang juga naik tipis menjadi 25,60 persen. Secara total, TPK hotel di Lampung berada di 34,44 persen, masih di bawah rata-rata nasional untuk hotel berbintang yang menyentuh sekitar 55 persen, dan kalah dibanding provinsi tetangga di Sumatera, seperti Sumatera Barat dan Riau, yang berkisar 50–60 persen.

Jumlah tamu hotel berbintang Lampung selama November mencapai 97.556 orang. Tamu domestik mendominasi, 96.737 orang, sedangkan tamu asing hanya 819 orang. Penurunan paling terasa pada hotel bintang 3, turun 8,32 persen dibanding Oktober, sementara hotel bintang 4–5 tetap stabil dengan sedikit kenaikan 0,66 persen.

Rata-rata lama menginap (RLMT) di hotel berbintang Lampung tercatat 1,37 hari, naik dari 1,33 hari pada Oktober. Tamu asing cenderung menginap lebih lama, 2,57 hari, sedangkan tamu domestik hanya 1,36 hari. Pola ini sejalan dengan nasional, di mana wisatawan internasional memilih hotel premium dan menginap lebih lama, mendongkrak pendapatan pariwisata.

Kepala BPS Lampung, Dr. Ahmadriswan Nasution, menilai tren ini sebagai peluang sekaligus tantangan. “Kenaikan TPK hotel bintang atas menunjukkan Lampung punya potensi destinasi premium. Namun kita perlu dorong hotel kelas menengah agar okupansi meningkat, dan terus perkuat promosi untuk menarik wisatawan asing,” jelasnya.

Meski masih kalah dibanding provinsi lain di Sumatera, Lampung menunjukkan optimisme. Dengan pengembangan infrastruktur, event pariwisata, dan kampanye digital, sektor ini diprediksi kembali menggeliat di 2026, terutama untuk segmen wisatawan domestik dan kelas menengah yang selama ini mendominasi.(i-nomics)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *