Gubernur Dorong Bank Lampung Jadi Penggerak Utama Ekonomi Daerah

BANDARLAMPUNG — Di usia ke-60, Bank Lampung didorong beranjak dari peran tradisional sebagai bank daerah menjadi mesin pembiayaan pembangunan yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Lampung, memperluas inklusi keuangan, dan memperkuat daya saing sektor produktif daerah. Dorongan ini disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam puncak peringatan HUT ke-60 Bank Lampung yang dikemas melalui Bank Lampung Run 2026 di Tugu Adipura, Bandarlampung, Minggu (8/2/2026).

Dalam sambutannya, Mirza menegaskan bahwa enam dekade bukan sekadar capaian historis, melainkan titik balik strategis bagi Bank Lampung untuk berakselerasi menghadapi era digital, kompetisi perbankan yang kian ketat, serta kebutuhan pembiayaan sektor riil daerah.

“Selamat ulang tahun ke-60 Bank Lampung. Tantangan ke depan semakin kompleks, karena itu Bank Lampung harus menjadi bank yang tidak hanya dipercaya, tetapi juga inovatif, profesional, dan benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi Lampung,” ujar Mirza.

Ia menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antara Bank Lampung, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Selain itu, ia mendorong peningkatan kualitas layanan berbasis digital serta pendalaman peran bank daerah dalam pembiayaan UMKM, pertanian, dan sektor unggulan Lampung.

“Kolaborasi harus makin terstruktur, pelayanan makin modern dan inklusif, serta integritas tetap menjadi fondasi utama. Dengan itu, Lampung bisa tumbuh lebih maju, lebih sehat, dan lebih sejahtera,” tegasnya.

Gubernur juga mengapresiasi perjalanan panjang Bank Lampung yang dinilai mampu bertahan dan beradaptasi di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. Menurutnya, Bank Lampung telah berevolusi dari sekadar bank pembangunan daerah menjadi aktor penting dalam ekosistem keuangan Lampung.

“Enam puluh tahun adalah bukti daya tahan, dedikasi, dan kemampuan beradaptasi Bank Lampung dalam melayani masyarakat serta mendukung pembangunan daerah,” katanya.

Mirza menyoroti perluasan jangkauan layanan Bank Lampung hingga pelosok desa sebagai langkah strategis memperkuat inklusi keuangan dan menggerakkan ekonomi lokal.

“Kehadiran Bank Lampung di desa-desa bukan hanya soal akses perbankan, tetapi membuka peluang usaha, memperkuat UMKM, dan menggerakkan ekonomi dari bawah,” ujarnya.

Sementara itu, Pjs Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana menegaskan bahwa perjalanan Bank Lampung selalu seiring dengan denyut pembangunan daerah. Ia menyebut Bank Lampung tidak hanya tumbuh sebagai institusi keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah provinsi.

“Bank Lampung lahir dan berkembang bersama pembangunan Lampung. Komitmen kami adalah terus memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Indra.

Ia menambahkan bahwa Bank Lampung tengah menjalankan agenda transformasi melalui penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, serta inovasi produk pembiayaan yang lebih berpihak pada sektor produktif daerah.

“Kami berkomitmen menjadikan Bank Lampung semakin sehat, kuat, dan kompetitif. Ke depan, Bank Lampung harus mampu menjadi motor utama perekonomian Provinsi Lampung,” pungkasnya.(i-nomics)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *