Kamis (26/02/2026), pagi. Ramadan membuat segalanya terasa lebih hening di Kecamatan Gisting, Tanggamus. Tetapi di satu sudut, tampak keramaian warga yang datang dari semua penjuru. Mereka membawa tas, dan membawa harap. Di sanalah Jihan Nurlela membuka pasar murah. Ia datang menjawab kegelisahan warga yang berharap dapat membeli berbagai kebutuhan dengan harga yang lebih murah.
Di sana, pemerintah bersama Perum Bulog, menjual bahan pokok lebih rendah dari harga pasar. Warga mengantre tanpa banyak kata. Mereka tahu, selisih harga kecil bisa berarti satu hari tambahan makan layak.
Ramadan memang sering datang dengan paradoks, kebutuhan meningkat, sementara kemampuan tak selalu ikut menguat. Itukah hakikat pasar murah yang pada saat ramadan selalu menjadi ruang bernapas bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah.
Namun Gisting tak hanya bicara soal itu. Di balik hiruk-pikuk bazar, ada cerita lain yang tak kalah penting, yakni soal infrastruktur. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan komitmen peningkatan anggaran pembangunan jalan di Tanggamus pada 2026, dari sekitar Rp48 miliar menjadi Rp81,76 miliar. Hampir sembilan kilometer jalan akan direkonstruksi.
Pernyataan itu bukan tanpa konteks. Sebelumnya, ia meninjau langsung ruas jalan di wilayah Simpang Umbar–Putih Doh, jalur yang selama ini menjadi keluhan warga.
Fokus pembangunan juga diarahkan ke wilayah Cukuh Balak, kawasan yang bukan hanya menjadi penyangga ekonomi, tetapi juga gerbang menuju potensi wisata unggulan seperti Teluk Kiluan dan Gigi Hiu. Infrastruktur yang baik diharapkan membuka lebih banyak peluang, dari pariwisata hingga perdagangan lokal.
Di sisi lain, pemerintah provinsi juga menegaskan bahwa pembangunan tidak berhenti pada jalan. Program pembebasan uang komite untuk siswa SMA Negeri terus dilanjutkan, bersamaan dengan dorongan pembangunan Sekolah Rakyat bagi masyarakat kurang mampu. Di desa, program Desaku Maju digerakkan untuk memperkuat ekonomi berbasis pertanian dan hilirisasi produk lokal.
Sentuhan sosial juga hadir dalam kegiatan ini. Bantuan hibah untuk masjid, insentif guru ngaji, hingga santunan bagi anak yatim menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan nilai-nilai keagamaan di bulan suci.
Bupati Tanggamus, Moh. Asnawi Saleh, menyambut baik langkah tersebut. Ia melihat kehadiran pemerintah provinsi bukan sekadar kunjungan, tetapi sinyal bahwa perhatian terhadap Tanggamus masih terus berlanjut.
Bupati Tanggamus, Moh. Asnawi Saleh, menyambutnya sebagai tanda bahwa daerah ini tidak berjalan sendiri.
Gisting pagi itu mengajarkan satu hal sederhana bahwa kebijakan, sebaik apa pun, pada akhirnya harus tiba di tangan warga, menjadi beras yang bisa dibeli, jalan yang bisa dilalui, dan masa depan yang terasa sedikit lebih dekat.(iwa)
