Di dataran tinggi Gayo, jejak bencana masih terlihat jelas. Lumpur yang mengering menempel di halaman rumah warga, sementara puing kayu dan sisa perabotan rumah tangga menjadi saksi betapa dahsyatnya banjir bandang yang menerjang Desa Kalasegi, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.
Bagi banyak keluarga, bencana itu bukan sekadar peristiwa alam. Ia meninggalkan kehilangan, ketakutan, sekaligus perjuangan baru untuk bangkit dari titik nol.
Di tengah suasana yang belum sepenuhnya pulih itu, rombongan pemuda datang dari jauh. Mereka tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga pesan bahwa kepedulian masih hidup di antara sesama anak bangsa.
Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Lampung, Iqbal Ardiansyah, akrab disapa Bung Iqbal, terbang langsung menuju Aceh Tengah untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir bandang.
Ia tidak datang sendirian. Dalam misi kemanusiaan itu turut hadir Ketua Umum DPP KNPI serta Presiden Majelis Belia Malaysia (MBM). Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa solidaritas pemuda melampaui batas daerah, bahkan lintas negara.
Di lokasi bencana, bantuan disalurkan secara langsung kepada masyarakat. Sebanyak 1.000 anak menerima santunan, sementara 1.000 paket ikan kemasan dibagikan untuk membantu kebutuhan pangan keluarga yang masih berjuang memulihkan kehidupan mereka.
Selain itu, rombongan juga membantu menyediakan tandon air bersih serta membangun fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) bagi warga yang kehilangan akses sanitasi akibat banjir bandang.
“Alhamdulillah kita sudah salurkan santunan kepada 1.000 anak, 1.000 paket ikan kemasan, tandon air, dan juga pembuatan MCK di lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Meskipun tidak seberapa, semoga bermanfaat dan sedikit meringankan,” ujar Bung Iqbal, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan sosial tersebut turut dihadiri jajaran KNPI Banda Aceh, pemerintah kecamatan setempat, serta unsur TNI dan Polri seperti Koramil, Dandim, dan Polres. Kolaborasi berbagai pihak itu menjadi gambaran bagaimana solidaritas sosial bekerja ketika bencana datang.
Namun bagi Bung Iqbal, bantuan logistik hanyalah satu bagian dari kepedulian. Yang tak kalah penting adalah menghadirkan semangat agar masyarakat tidak kehilangan harapan.
“Mewakili segenap jajaran pengurus DPD KNPI Provinsi Lampung dan KNPI se-Lampung, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana banjir bandang yang terjadi,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada warga yang sedang berjuang menata kembali kehidupan mereka.
“Semoga ada hikmah di balik bencana ini. Untuk saudara-saudaraku yang terdampak, tetap semangat dan bangkit kembali. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini,” katanya.
Bagi Bung Iqbal, perjalanan jauh dari Lampung menuju Aceh Tengah bukan sekadar agenda organisasi. Ini adalah simbol bahwa kepedulian pemuda tidak mengenal jarak maupun batas wilayah.
Ketika satu daerah tertimpa musibah, daerah lain datang membantu. Ketika sebagian orang kehilangan harapan, tangan-tangan solidaritas hadir untuk menyalakan kembali asa.
“Ini bentuk kepedulian pemuda, khususnya dari Lampung, untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan hadir langsung di sini, kita ingin menjaga rasa kemanusiaan dan memperkuat solidaritas antar sesama anak bangsa,” ujarnya.
Di Desa Kalasegi, bantuan mungkin tidak langsung menghapus seluruh luka yang ditinggalkan banjir bandang. Namun bagi warga yang menerimanya, kehadiran para pemuda dari jauh itu adalah pesan sederhana namun kuat: di tengah bencana, masih ada kepedulian yang menyatukan Indonesia.(IWA)
