Hujan deras yang memicu banjir di sedikitnya 37 titik di Bandarlampung menyisakan jejak lumpur di rumah-rumah warga. Saat mereka masih membersihkan sisa genangan, bantuan beras dan uang tunai mulai datang pada malam hari.
Lumpur masih menempel di lantai rumah-rumah warga ketika malam turun di sejumlah sudut Kota Bandarlampung, Jumat,06/03-2026). Ember, pel, dan sapu bergerak bergantian di tangan warga yang sejak sore membersihkan sisa banjir. Di tengah kelelahan itu, kabar yang ditunggu akhirnya datang, bantuan mulai disalurkan.
Bagi banyak keluarga yang baru saja melewati banjir yang mengepung sedikitnya 37 titik di kota ini, kedatangan bantuan pada malam itu terasa seperti napas lega.
Pemerintah Kota Bandarlampung menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir pada Jumat malam. Bantuan itu diberikan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang rumahnya sempat terendam setelah hujan deras mengguyur kota selama beberapa jam.
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan bantuan tersebut berupa beras 10 kilogram dan uang tunai Rp1 juta bagi warga terdampak.
“Bantuan diberikan kepada korban terdampak bencana banjir yang melanda kota ini,” kata Eva.
Menurut dia, bantuan tersebut langsung disalurkan kepada warga pada malam hari setelah banjir mulai surut di sejumlah wilayah.
“Beras dan uang tunai kita berikan malam ini untuk warga yang terdampak,” ujarnya.
Di sejumlah kawasan, warga masih terlihat mengangkat perabotan dari dalam rumah, menjemur kasur, serta menyapu lumpur yang terbawa masuk oleh air banjir. Bagi mereka, bantuan yang datang malam itu setidaknya membantu menutup kekhawatiran akan kebutuhan hari-hari ke depan.
Eva juga meminta jajaran pemerintah kota bergerak cepat membantu warga, baik dalam proses evakuasi maupun penanganan rumah yang terdampak banjir.
“Kami harap bantuan ini dapat tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar terdampak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung Idham Basyar mengatakan hujan lebat yang mengguyur kota selama kurang lebih dua jam menyebabkan genangan di sejumlah wilayah.
Beberapa kawasan yang terdampak antara lain Rajabasa, Sukarame, Sukabumi, Way Halim, Tanjung Senang, Labuhan Ratu, dan Kedamaian.
“Tim saat ini masih melakukan evakuasi di rumah-rumah yang terdampak,” kata Idham.
Meski sebagian air telah surut, jejak banjir masih terlihat di banyak rumah warga. Di gang-gang permukiman, lantai yang masih basah dan perabotan yang dijemur menjadi pemandangan yang sama hampir di setiap sudut.
Namun di tengah sisa lumpur yang belum sepenuhnya hilang, bantuan yang datang pada malam itu memberi sedikit kelegaan. Setidaknya, bagi warga yang baru saja menghadapi banjir, ada rasa bahwa mereka tidak sendirian melewati malam panjang setelah air pergi.(iwa)
