Pemerintah mulai mempercepat langkah menuju swasembada jagung melalui program bantuan benih gratis untuk lahan hingga 1 juta hektare. Program ini disiapkan untuk memperkuat produksi nasional sekaligus membuka peluang bagi daerah sentra jagung seperti Lampung untuk memperluas budidaya.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan peningkatan produksi jagung tidak bisa dilepaskan dari empat faktor utama, yakni ketersediaan benih unggul, irigasi yang memadai, pupuk yang cukup, serta jaminan harga panen bagi petani.
“Dalam pertanian ada empat hal yang menjadi pokok penting, yaitu benih, air atau irigasi, pupuk, dan setelah panen harganya harus dibeli dengan harga yang baik,” kata Sudaryono saat kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 di Kabupaten Ogan Ilir.
Menurutnya, Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyiapkan bantuan benih jagung gratis untuk sekitar 1 juta hektare lahan dari total sekitar 2,5 juta hektare lahan jagung nasional. Program tersebut menjadi bagian dari strategi besar meningkatkan produksi jagung dalam negeri.
Selain benih, pemerintah juga memperkuat dukungan infrastruktur melalui revitalisasi jaringan irigasi nasional. Program ini didukung anggaran sekitar Rp12 triliun untuk perbaikan irigasi primer, sekunder, dan tersier.
Di sisi lain, pemerintah juga menyederhanakan distribusi pupuk bersubsidi dan memastikan harga pupuk lebih terjangkau bagi petani. Bahkan, harga pupuk dilaporkan turun sekitar 20 persen.
Pemerintah juga menetapkan harga pembelian hasil panen untuk menjaga keuntungan petani, yakni Rp6.500 per kilogram untuk padi dan Rp5.500 per kilogram untuk jagung.
Lampung Punya Modal Besar
Bagi Lampung, program benih jagung gratis ini berpotensi menjadi dorongan besar untuk meningkatkan produksi. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan luas panen jagung di provinsi ini pada 2025 mencapai sekitar 194,49 ribu hektare dengan produksi 1,26 juta ton jagung pipilan kering. Angka tersebut meningkat sekitar 13,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa Lampung masih menjadi salah satu sentra jagung penting di Sumatera. Bahkan pada periode Januari–Maret 2026, potensi luas panen jagung di daerah ini diperkirakan mencapai sekitar 68 ribu hektare dengan potensi produksi hampir 470 ribu ton.
Jika program bantuan benih nasional dimanfaatkan secara optimal, Lampung berpeluang memperluas area tanam jagung sekaligus meningkatkan produktivitas.
Peluang Ekspansi Lahan
Lampung selama ini memiliki kawasan pengembangan jagung yang cukup luas, terutama di wilayah Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Tengah, dan Kabupaten Tulang Bawang.
Di beberapa wilayah, jagung juga mulai dikembangkan melalui pola diversifikasi komoditas, termasuk peralihan sebagian lahan dari tanaman lain yang nilai ekonominya lebih rendah.
Dengan dukungan benih gratis, irigasi yang diperbaiki, serta jaminan harga pembelian pemerintah, peluang peningkatan produksi jagung di Lampung masih terbuka lebar.
Jika strategi ini berjalan efektif, Lampung tidak hanya memperkuat produksi jagung regional, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu penopang utama target swasembada jagung nasional dalam beberapa tahun ke depan.(iwa)
