JAKARTA — Pertemuan antara Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kantor Kementerian Pertanian membuka peluang baru kerja sama sektor pertanian antara Indonesia dan Prancis, termasuk potensi investasi di bidang hilirisasi komoditas perkebunan.
Peluang tersebut dinilai dapat dimanfaatkan oleh daerah penghasil komoditas strategis, termasuk Lampung, yang memiliki posisi penting dalam rantai pasok pertanian nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Fabien Penone menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Ia juga menegaskan kesiapan Prancis untuk memperluas kerja sama, termasuk dalam pengembangan teknologi, riset, dan peningkatan efisiensi sektor pertanian.
“Kami siap berbagi pengalaman dan keahlian untuk terus meningkatkan efisiensi serta produktivitas pertanian Indonesia,” ujar Penone.
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Declaration of Intent (DoI) yang sebelumnya telah disepakati antara Indonesia dan Prancis, dengan fokus pada modernisasi pertanian, kolaborasi riset, serta penguatan industri pendukung sektor pangan.
Bagi Lampung, peluang kerja sama tersebut berpotensi berkembang ke sektor hilirisasi komoditas perkebunan, termasuk kakao yang selama ini sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.
Selain memiliki basis komoditas perkebunan yang kuat, Lampung juga didukung oleh infrastruktur logistik strategis seperti Pelabuhan Panjang yang selama ini menjadi pintu ekspor utama berbagai komoditas agroindustri dari Sumatera bagian selatan.
Keberadaan pelabuhan tersebut memungkinkan pengembangan industri pengolahan kakao yang terintegrasi dengan jalur ekspor global, sehingga produk olahan seperti cocoa butter dan cocoa powder dapat langsung dipasarkan ke pasar internasional.
Jika peluang investasi dari France dapat ditindaklanjuti, Lampung berpotensi berkembang bukan hanya sebagai daerah penghasil komoditas perkebunan, tetapi juga sebagai basis industri pengolahan kakao dan agroindustri di Sumatera bagian selatan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kerja sama internasional menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat transformasi sektor pertanian nasional.
Menurutnya, kolaborasi dengan negara sahabat dapat mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang investasi yang memperkuat daya saing komoditas Indonesia di pasar global.
