Sebagai bentuk penyampaian aspirasi, ALAK bersama organisasi GEDOR berencana mendatangi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung di Teluk Betung pada Selasa (17/3/2026). Aksi tersebut rencananya akan diikuti ratusan kader dan anggota.
Bandar Lampung – Aliansi Lembaga Anti Korupsi (ALAK) menyoroti dugaan praktik bisnis penukaran uang baru menjelang Hari Raya yang diduga melibatkan oknum internal Bank Indonesia Perwakilan Lampung. Organisasi tersebut mendesak evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pimpinan dan manajemen BI di daerah.
Ketua ALAK, Nopiyanto, mengatakan di lapangan penukaran uang baru yang seharusnya menjadi layanan resmi bagi masyarakat justru diperjualbelikan oleh pihak tertentu dengan tarif tambahan. Menurutnya, praktik tersebut menimbulkan kecurigaan karena dinilai sulit terjadi tanpa adanya pembiaran dari pihak internal.
“Program penukaran uang untuk masyarakat menjelang Lebaran seharusnya memudahkan publik. Namun yang terjadi di lapangan justru muncul praktik bisnis penukaran uang oleh pihak tertentu. Kami menduga ada oknum internal yang bermain atau setidaknya terjadi pembiaran,” kata Nopiyanto di kawasan Sukarame, Bandar Lampung, Minggu (15/3/2026).
ALAK menilai persoalan tersebut semakin memperkuat sorotan publik terhadap pengelolaan sejumlah program di wilayah Lampung, termasuk isu transparansi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BI yang sebelumnya juga pernah dipersoalkan.
Karena itu, ALAK meminta pimpinan Bank Indonesia di tingkat pusat segera melakukan evaluasi terhadap jajaran pimpinan, staf, dan manajemen BI wilayah Lampung guna memastikan integritas pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.
“Jika ditemukan adanya keterlibatan atau pembiaran terhadap praktik tersebut, maka harus ada tindakan tegas. Bank Indonesia adalah lembaga negara yang harus menjaga kepercayaan publik,” tegasnya.
Ketua GEDOR, A Zahriansyah, mengatakan kedatangan mereka merupakan bentuk silaturahmi sekaligus penyampaian aspirasi masyarakat terkait dugaan praktik tidak sehat dalam layanan penukaran uang menjelang Idulfitri.
“Kami ingin menyampaikan langsung keresahan masyarakat terkait dugaan bisnis penukaran uang baru yang diduga melibatkan oknum internal. Kami berharap ada penjelasan terbuka dari pihak BI,” ujarnya.
Menurutnya, jika dugaan tersebut benar terjadi, maka praktik tersebut tidak dapat ditoleransi karena menyangkut kebutuhan masyarakat luas menjelang hari besar keagamaan.
“Jangan sampai kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran justru dimanfaatkan oleh oknum untuk mencari keuntungan pribadi. Kami berharap ada pembenahan dan penertiban agar layanan penukaran uang kembali berjalan sesuai tujuan,” kata Zahriansyah.
ALAK dan GEDOR berharap Bank Indonesia segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik sekaligus memastikan layanan penukaran uang baru benar-benar dapat diakses masyarakat secara adil dan transparan.(IWA)
