Arus Mudik Bakauheni Naik, Kendaraan Pribadi Mendominasi

LAMPUNG SELATAN – Arus mudik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun lalu. Data penyeberangan mencatat kenaikan jumlah penumpang dan kendaraan pada periode awal mudik.

Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry, total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu pada periode H-7 hingga H-6 Lebaran mencapai 40.794 orang.

Jumlah tersebut meningkat 4,9 persen dibandingkan periode yang sama pada arus mudik 2025 yang tercatat sebanyak 38.885 orang.

General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan peningkatan arus juga terjadi pada kendaraan yang menyeberang menuju Pulau Jawa.

Kendaraan roda dua tercatat 620 unit, meningkat 15,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berjumlah 537 unit.

Sementara kendaraan roda empat mencapai 4.623 unit, naik 12,8 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 4.098 unit.

Untuk kendaraan logistik, jumlah truk yang menyeberang tercatat 2.531 unit, meningkat 8,5 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.332 unit.

Namun berbeda dengan kendaraan pribadi, jumlah bus justru mengalami penurunan. Pada periode yang sama, bus yang menyeberang tercatat 550 unit, turun 7,9 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 597 unit.

Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang mencapai 8.324 unit, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 7.564 unit.

Melihat tren peningkatan arus mudik tersebut, ASDP mengimbau calon pemudik yang akan menyeberang dari Sumatera ke Jawa maupun sebaliknya untuk membeli tiket lebih awal melalui aplikasi Ferizy.

“Kami mengimbau pengguna jasa penyeberangan untuk membeli tiket dari jauh hari agar perjalanan lebih lancar,” kata Partogi.

Mobilitas Tinggi, Pola Perjalanan Berubah

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, data penyeberangan ini menunjukkan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran tetap tinggi. Namun komposisi kendaraan yang menyeberang memperlihatkan adanya perubahan pola perjalanan pemudik.

Lonjakan terbesar terjadi pada sepeda motor dan mobil pribadi, sementara jumlah bus justru menurun. Fenomena ini mengindikasikan semakin banyak masyarakat memilih perjalanan mandiri dibandingkan transportasi massal.

Selain faktor kenyamanan dan fleksibilitas waktu, pilihan menggunakan kendaraan pribadi juga sering berkaitan dengan efisiensi biaya perjalanan, terutama bagi pemudik yang bepergian bersama keluarga.

Di sisi lain, kenaikan jumlah truk yang menyeberang juga menjadi indikator aktivitas distribusi barang menjelang Lebaran tetap meningkat. Biasanya kondisi ini berkaitan dengan meningkatnya pasokan bahan pokok dan barang konsumsi ke berbagai daerah.

Dengan posisi Bakauheni sebagai gerbang utama penghubung Sumatera dan Jawa, peningkatan arus mudik ini tidak hanya mencerminkan mobilitas masyarakat menjelang hari raya, tetapi juga menggambarkan meningkatnya aktivitas ekonomi di jalur distribusi dan transportasi antarpulau.(iwa

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *