Gerakan Pangan Murah Digencarkan, Lampung Ikut Perkuat Stabilitas Harga

BANDARLAMPUNG — Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Program ini juga dijalankan di sejumlah daerah di Lampung sebagai upaya menekan potensi lonjakan harga selama Ramadan.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pemerintah memastikan berbagai program intervensi pangan terus berjalan hingga Lebaran guna menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

“Program seperti Gerakan Pangan Murah, SPHP beras, dan distribusi pangan terus kami jalankan agar masyarakat tetap mendapatkan pangan dengan harga terjangkau,” ujarnya di Bandung, Sabtu (14/3/2026).

Secara nasional, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah selama Maret telah digelar 789 kali di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota. Program ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan daging dengan harga di bawah pasar.

Selain GPM reguler, pemerintah juga menggelar GPM khusus daging ayam beku di lebih dari 1.200 outlet di 17 provinsi melalui kerja sama dengan perusahaan pangan seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, dan PT Malindo Feedmill Tbk.

Lampung Jadi Daerah Penting Stabilitas Pangan

Di Lampung, program Gerakan Pangan Murah juga digelar oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait di berbagai kabupaten dan kota selama Ramadan.

Langkah ini penting mengingat Lampung merupakan salah satu sentra produksi pangan nasional, terutama untuk komoditas beras, jagung, telur, dan ayam.

Sebagai daerah pemasok pangan bagi banyak wilayah, termasuk Pulau Jawa, stabilitas harga di Lampung turut berpengaruh terhadap keseimbangan pasokan nasional.

Selain melalui GPM, pemerintah juga menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras oleh Perum Bulog serta Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk menyalurkan stok dari daerah surplus ke daerah yang mengalami kekurangan.

Stok Pangan Nasional Aman

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman menjelang Lebaran.

Ia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa ketersediaan 11 komoditas strategis nasional berada dalam kondisi sangat baik.

Bapanas memproyeksikan hingga akhir April 2026 Indonesia akan mencatat surplus beras sekitar 17,2 juta ton, surplus jagung 4,8 juta ton, serta surplus pada komoditas lain seperti minyak goreng, daging ayam, telur, gula, cabai, dan bawang merah.

Dengan kondisi pasokan yang kuat serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah termasuk Lampung, pemerintah berharap harga bahan pokok tetap stabil hingga Lebaran dan masyarakat tetap mendapatkan pangan dengan harga terjangkau.(iwa)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *