Lebaran bukan hanya tentang hari raya, juga momen yang ditunggu dengan perasaan campur aduk, antara harap dan cemas. Sebab sebentar lagi, sebuah daftar akan diumumkan.
Sebanyak 355 warga binaan diusulkan menerima remisi khusus Idulfitri tahun ini. Bagi keluarga di luar, angka itu mungkin terasa jauh. Tapi bagi mereka yang menunggu kabar dari dalam, angka itu bisa berarti satu hal, apakah ada nama yang dikenal ada di dalamnya.
Kepala Rutan, Tri Wahyu, menjelaskan bahwa usulan tersebut terdiri dari dua kategori. Sebanyak 349 warga binaan diusulkan mendapat Remisi Khusus I, pengurangan masa tahanan. Sementara enam lainnya masuk Remisi Khusus II, yang berarti peluang bebas tepat di hari Lebaran.
Enam nama. Enam kemungkinan pulang.
Namun kepastian itu belum sepenuhnya tiba. Keputusan akhir masih menunggu Surat Keputusan dari kementerian yang biasanya turun menjelang hari raya—H-2 atau bahkan H-1 Lebaran. Artinya, waktu penantian masih berjalan.
Berdoa saja!
Sebab, tidak semua yang berharap sudah masuk dalam daftar. Sebagian masih terkendala administrasi, sebagian lagi menunggu usulan susulan. Jika belum sempat tahun ini, peluang berikutnya bergeser ke Remisi Umum 17 Agustus atau bahkan Lebaran tahun depan.
Yang terpenting semua syarat sudah dipenuhi. Warga binaan harus berkelakuan baik, tidak memiliki catatan pelanggaran, serta memenuhi kelengkapan administrasi hukum. Setiap nama yang diusulkan melewati proses evaluasi, bukan sekadar dimasukkan.
Namun di luar semua prosedur itu, ada hal yang lebih kuat, yaitu harapan.
Di luar rutan, mungkin ada keluarga yang diam-diam menunggu kabar. Menunggu kemungkinan yang belum pasti. Menunggu, siapa tahu ada nama kerabat yang selama ini dirindukan.
Karena bagi mereka, remisi bukan sekadar kebijakan. Ia adalah kabar yang bisa mengubah suasana Lebaran, dari sekadar menunggu, menjadi menyambut kepulangan.(iwa)
