Jalan Lampung: Dibangun, Dijaga

Pemprov Lampung mempercepat pembangunan jalan dengan fokus pada kualitas dan keberlanjutan, memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Pagi menjelang siang, di hamparan jalan yang sedang dikerjakan di Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, suara alat berat berpadu dengan percakapan singkat di lapangan. Di tengah aktivitas itu, Rahmat Mirzani Djausal berdiri, memperhatikan satu per satu detail pekerjaan.

Bukan sekadar datang, tapi memastikan.

Kunjungan ini bukan hanya tentang melihat jalan yang sedang dibangun. Lebih dari itu, ini adalah tentang memastikan bahwa pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan tidak berhenti saat jalan selesai dicor.

Ruas Kalirejo–Bangun Rejo yang ditinjau bukanlah jalan biasa, tetapi menjadi penghubung penting bagi sejumlah jalur lain,  Kalirejo–Padang Ratu, Bangun Rejo–Wates, hingga Kalirejo–Pringsewu.

Di sepanjang jalur ini, kehidupan bergerak setiap hari. Petani mengangkut hasil panen, pedagang membawa barang dagangan, dan pelajar berangkat ke sekolah.

Jalan ini bukan sekadar infrastruktur. Sejak lama telah menjadi nadi aktivitas masyarakat.

Karena itu, pembangunan tidak dilakukan setengah-setengah.

Sepanjang 5,53 kilometer ruas Kalirejo–Bangun Rejo dikerjakan dengan konstruksi beton (rigid pavement) dengan nilai Rp57,75 miliar. Sementara itu, ruas Padang Ratu–Pekurun Udik sepanjang 3,5 kilometer dan Padang Ratu–Kalirejo sepanjang 6,5 kilometer juga dibangun dengan pendekatan serupa, dengan total nilai puluhan miliar rupiah.

Semuanya dirancang untuk satu tujuan, lebih kuat, lebih tahan lama.

Jalan di wilayah ini bukan tanpa masalah. Tingginya aktivitas kendaraan, termasuk truk bermuatan berat, selama ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan.

Di sinilah pendekatan pembangunan mulai berubah.

Bukan lagi sekadar memperbaiki permukaan, tapi memperkuat fondasi. Perhitungan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) kini menjadi dasar dalam menentukan spesifikasi jalan, menyesuaikan kekuatan jalan dengan beban yang benar-benar dilalui setiap hari.

Gubernur Mirza tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga prosesnya,  dari konstruksi, drainase, hingga kesiapan alat di lapangan.

Tahun 2026 menjadi fase percepatan

“Bulan April ini kita sudah mulai. Ini harapan masyarakat Lampung selama ini,” ujar Gubernur Mirza.

Targetnya tidak kecil. Dari kemantapan jalan sekitar 75 persen pada 2025, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan dengan pembangunan hampir 200 kilometer jalan.

Di Lampung Tengah sendiri, capaian sudah berada di angka 89 persen dan ditargetkan mendekati 98 persen pada akhir 2026.

Namun bagi Gubernur Mirza, membangun saja tidak cukup.

Di tengah optimisme pembangunan, satu pesan terus diulang. Jalan harus dijaga!

Mirza menyebut tiga hal utama yang sering menjadi penyebab kerusakan, yatu kualitas konstruksi, sistem drainase, dan beban kendaraan berlebih

Jika salah satu diabaikan, jalan yang baru dibangun pun bisa kembali rusak dalam waktu singkat.

“Kalau tiga ini tidak dijaga, jalan akan cepat rusak,” tegasnya.

Karena itu, pengawasan kualitas menjadi perhatian utama. Material seperti semen dan batu harus melalui uji laboratorium. Drainase harus berfungsi. Dan kesadaran terhadap bahaya kendaraan overloading perlu diperkuat.

Bagi Pemerintah Provinsi Lampung, jalan bukan hanya soal infrastruktur. Jalan adalah akses ekonomi, jalur pendidikan dan penghubung kehidupan sosial.

“Mari kita bangun sekaligus kita jaga. Karena jalan yang baik akan membuka akses ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Gubernur Mirza.

Pembangunan jalan tidak lagi berdiri sebagai proyek tahunan, hatus menjadi bagian dari upaya membangun masa depan.

Di Kalirejo, pembangunan jalan mungkin terlihat seperti pekerjaan biasa, selalu berkaitan dengan,  beton, alat berat, dan angka anggaran. Tapi di balik itu, ada upaya yang lebih besar, yaitu membangun konektivitas yang bertahan lama.

Karena  jalan yang baik bukan hanya yang selesai dibangun. Lebih dari itu, tetap memberi manfaat, jauh setelah proyeknya selesai. (iwa)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *