Harapan Itu Akhirnya Menemukan Jalan

Ada satu hal yang paling lama diuji di pedalaman Kabupaten Way Kanan, yaitu kesabaran.

Belasan tahun bukan waktu yang singkat bagi warga untuk berdamai dengan jalan rusak. Di ruas Kasui–Air Ringkih, lubang, tanah, dan genangan bukan sekadar gangguan, melainkan bagian dari keseharian. Anak sekolah terbiasa berangkat lebih pagi, petani menahan rugi karena distribusi tersendat, dan perjalanan yang seharusnya singkat berubah menjadi perjuangan.

Kini, penantian itu mulai menemukan jawabannya.

Pada Rabu (8/4/2026), Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun langsung meninjau ruas yang selama ini menjadi simbol keterisolasian sebagian wilayah Way Kanan. Kehadirannya bukan sekadar inspeksi, tetapi penegasan bahwa jalan ini akhirnya masuk dalam prioritas pembangunan.

Lebih dari satu dekade, sebagian ruas bahkan belum pernah tersentuh aspal. Dari total panjang sekitar 26,295 kilometer, tingkat kemantapan jalan baru menyentuh 45,03 persen. angka yang menjelaskan mengapa keluhan warga tak pernah benar-benar reda.

Namun 2026 menjadi titik balik.

Pemerintah Provinsi Lampung mulai merealisasikan perbaikan, dengan pendekatan yang tidak lagi setengah-setengah. Gubernur Mirza menegaskan, proyek ini bukan sekadar pekerjaan konstruksi.

“Kurang lebih 15 tahun jalan ini tidak diperbaiki. Masyarakat sudah sangat sabar. Jadi saya minta pekerjaan ini dilakukan sebaik mungkin sesuai spesifikasi,” ujarnya.

Nada yang ia gunakan lebih dari sekadar instruksi teknis. Ada beban moral yang disampaikan, bahwa pembangunan ini membawa harapan yang telah lama tertahan.

“Ini bukan hanya soal kontrak pekerjaan, tapi ini adalah wujud dari doa-doa masyarakat. Jangan sampai hasilnya mengecewakan.”

Di tingkat kampung, kalimat itu terasa nyata.

Kepala Kampung Gunung Sari, Malik Irsan, menggambarkan bagaimana jalan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan warga Rebang Tangkas. Selama bertahun-tahun, kerusakan jalan bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mempersempit ruang ekonomi.

Hasil sawit terlambat keluar, biaya angkut meningkat, dan risiko kecelakaan menjadi bagian dari rutinitas.

“Ini bukan hanya soal jalan dibangun, tapi tentang harapan yang akhirnya dijawab. Sudah menjadi cerita turun-temurun di masyarakat,” ujarnya.

Di wilayah yang dikenal sebagai salah satu kantong produksi sawit di Way Kanan, jalan adalah segalanya. Ketika akses terganggu, seluruh rantai aktivitas ikut tersendat dari petani hingga pedagang.

Karena itu, proyek ini membawa arti lebih besar dari sekadar angka anggaran.

Tahun ini, Pemprov Lampung mengalokasikan Rp172 miliar untuk perbaikan jalan di Way Kanan, mencakup tujuh paket kegiatan. Khusus ruas Kasui–Air Ringkih, anggaran mencapai Rp53,319 miliar untuk penanganan sepanjang 5,6 kilometer yang dibagi dalam dua segmen.

Namun yang menarik bukan hanya besarnya nilai, melainkan pendekatan teknis yang diambil.

Jalan yang sebelumnya sempit, sekitar 3,5 meter, akan diperlebar menjadi 6 meter, dengan tambahan bahu jalan di kedua sisi hingga total lebar mencapai 8 meter. Material konstruksi pun ditingkatkan, dari hotmix menjadi rigid pavement, sebuah pilihan yang menandakan orientasi pada daya tahan jangka panjang.

Gubernur juga mengingatkan satu hal yang kerap luput, drainase.

Tanpa pengelolaan air yang baik, jalan sekuat apa pun akan kembali rusak. Ia menekankan bahwa umur jalan bisa mencapai 20 tahun jika dijaga bersama.

Lebih jauh, ruas ini tidak berdiri sendiri.

Jika terhubung hingga perbatasan Sumatera Selatan, jalur Kasui–Air Ringkih berpotensi memangkas waktu tempuh hingga sekitar 1,5 jam dari Muara Dua menuju Bandar Lampung tanpa harus memutar melalui Martapura. Artinya, ini bukan hanya proyek lokal, tetapi bagian dari penguatan konektivitas antarwilayah.

Dan di situlah makna sebenarnya mulai terlihat.

Bagi pemerintah, ini adalah pembangunan infrastruktur. Bagi masyarakat, ini adalah pemulihan akses hidup. Dan bagi daerah, ini adalah pembuka ruang ekonomi baru.

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *