Kita sering marah ketika jalan rusak. Padahal, lebih jarang kita bertanya, apa yang sebenarnya kita lakukan untuk menjaganya?
@Iwa Perkasa
Di Lampung, pembangunan jalan sedang bergerak cepat. Ruas-ruas diperbaiki, konektivitas dibuka, dan harapan masyarakat perlahan dijawab. Namun satu pesan penting terus diingatkan
membangun saja tidak cukup.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani telah menegaskan, jaga jalan. Bukan sekadar slogan, tetapi cara berpikir baru. Karena jalan yang baik tidak ditentukan saat diresmikan, melainkan saat jalan tetap kuat dilalui bertahun-tahun kemudian.
Masalahnya, ada hal-hal yang sering dianggap kecil, padahal dampaknya besar.
Air, misalnya. Drainase yang tersumbat membuat air menggenang di badan jalan. Dari luar terlihat sepele, tapi perlahan merusak struktur dari dalam.
Lalu kendaraan dengan muatan berlebih. Jalan dirancang dengan batas tertentu. Ketika batas itu dilampaui, kerusakan bukan lagi kemungkinan, tetapi kepastian.
Belum lagi soal kualitas dan perawatan. Jalan yang dibangun tanpa standar kuat akan cepat rusak. Jalan yang tidak dirawat akan menyimpan kerusakan kecil yang lama-lama menjadi besar.
Itulah, maka pesan “jaga jalan” menjadi sangat relevan.Bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Pengguna jalan juga harus ikut mengambil bagian. Masyarakat juga wajib merawat lingkungan sekitar, termasuk drainase.
Karena jalan bukan sekadar infrastruktur, urat nadi ekonomi, akses pendidikan, dan penghubung kehidupan sehari-hari, maka harus dijaga bersama supaya jalan bisa bertahan jauh lebih lama.
Jika diabaikan, jalan akan kembali rusak, tak peduli seberapa besar anggaran yang dikeluarkan.
Saatnya perlu mengubah cara pandang yang mudah mencaci, menyalahkan jalan rusak, padahal, sering kali kita juga ikut membiarkannya.
Satu hal lainnya adalah betapa pentingnya literasi atau edukasi yang bisa mencerahkan pengguna dan masyarakat terhadap isu tanggung jawab menjaga jalan ini. Sebab, jalan bukanlah hadiah jatuh dari langit, melainkan hasil pajak masyarakat, dan harus selama mungkin kita rawat. *****
