LAMPUNG: Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan langkah pembenahan sektor pertanian dengan melepas 42 penyuluh pertanian provinsi untuk bertugas di bawah koordinasi Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Kebijakan ini merupakan bagian dari penguatan program nasional ketahanan pangan sekaligus percepatan swasembada pangan yang kini menjadi agenda strategis pemerintah pusat.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pengalihan status penyuluh pertanian merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 tentang pendayagunaan penyuluh pertanian dalam rangka percepatan swasembada pangan.
Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa penyuluh bukan sekadar pendamping petani, melainkan agen perubahan dan inovasi yang berada langsung di jantung produksi pertanian.
Meski secara administratif beralih menjadi ASN Kementerian Pertanian, para penyuluh tetap bertugas di wilayah masing-masing. Pemprov Lampung menaruh harapan besar agar koordinasi dengan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota tetap terjaga, sehingga kebijakan pusat dan program unggulan daerah dapat berjalan seiring.
Penyuluh juga diharapkan terus mengawal program prioritas daerah agar berdampak nyata pada peningkatan produksi dan keberlanjutan pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira menyampaikan bahwa total penyuluh pertanian Lampung yang dialihkan ke Kementerian Pertanian mencapai 1.289 orang, termasuk 42 penyuluh provinsi yang berkedudukan di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung.
Ia mengatakan penguatan kelembagaan ini diarahkan untuk menciptakan sistem penyuluhan yang lebih terintegrasi, profesional, dan berkelanjutan dari pusat hingga daerah.
Melalui kebijakan ini, jelasnya,Pemprov Lampung ingin memastikan penyuluh memiliki kapasitas, jejaring, dan dukungan yang lebih kuat dalam mengawal transformasi pertanian. Ukurannya bukan sekadar perubahan status kelembagaan, melainkan seberapa efektif penyuluh mampu mendorong perbaikan praktik budidaya, peningkatan produksi, dan penguatan daya saing pertanian Lampung.(i-nomics)
