Bandar Lampung: Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira menegaskan panen tidak harus dilakukan secara bersamaan. Menurutnya yang lebih penting adalah menjaga pasokan hasil pertanian agar tersedia sepanjang tahun sehingga harga tetap stabil dan pendapatan petani lebih terjamin.
Penegasan ini disampaikan seiring penguatan peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani di lapangan.
Selama ini, pola panen yang terkonsentrasi pada waktu yang sama kerap memicu kelebihan pasokan dan menekan harga di tingkat petani.
Kondisi tersebut membuat peningkatan produksi tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan. Karena itu, pemerintah daerah mulai mendorong pendekatan yang lebih terencana, dengan menata pola tanam dan panen agar produksi dapat memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.
Penguatan peran penyuluh pertanian menjadi kunci dari perubahan pendekatan ini. Dengan dukungan kebijakan nasional dan koordinasi Kementerian Pertanian, penyuluh diarahkan untuk membantu petani menyesuaikan waktu tanam, memilih varietas yang tepat, serta menerapkan teknologi budidaya yang memungkinkan panen berlangsung lebih merata sepanjang tahun. Pendampingan ini diharapkan mampu menekan fluktuasi pasokan dan menjaga stabilitas harga.
Pendekatan panen tidak serentak juga dinilai lebih relevan bagi upaya meningkatkan pendapatan petani Lampung. Dengan pasokan yang terjaga, petani tidak sepenuhnya bergantung pada momentum panen raya yang sering diikuti penurunan harga. Sebaliknya, pendapatan dapat diperoleh secara lebih stabil, seiring dengan perbaikan perencanaan produksi dan efisiensi usaha tani.
Selain mengatur waktu panen, penyuluh juga berperan dalam mendorong efisiensi biaya produksi dan peningkatan mutu hasil pertanian. Biaya usaha tani yang lebih terkendali, dikombinasikan dengan kualitas produk yang lebih baik, akan memperkuat posisi tawar petani dalam rantai pasar. Dengan demikian, peningkatan pendapatan tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga oleh pengelolaan usaha tani yang lebih cermat.
Pemerintah Provinsi Lampung memandang strategi ini sebagai bagian dari pembenahan struktural sektor pertanian. Orientasi pembangunan tidak lagi semata mengejar lonjakan produksi, tetapi memastikan hasil pertanian memberi manfaat ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan bagi petani.
Dengan peran penyuluh yang semakin diperkuat, Lampung membidik perubahan pola produksi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar. Ukurannya jelas, harga yang lebih stabil, risiko usaha tani yang menurun, dan pendapatan petani yang lebih pasti sepanjang tahun.(i-nomics)
