Lampung Catat Lonjakan Ekspor Nonmigas, Surplus Perdagangan Menonjol di Sumatera

LAMPUNG – Provinsi Lampung menutup November 2025 dengan kinerja ekspor yang menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat nilai ekspor provinsi ini mencapai US$532,61 juta, naik 7,49 persen dibandingkan November 2024. Secara kumulatif Januari–November 2025, nilai ekspor Lampung mencapai US$5,975,74 juta, melonjak 19,07 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini sepenuhnya didorong oleh ekspor nonmigas, karena ekspor migas tidak tercatat pada November 2025.

Dari sisi komoditas, sektor pertanian menjadi motor penggerak utama, naik 78,60 persen dibanding Januari–November 2024, diikuti industri pengolahan yang tumbuh 11,87 persen. Ekspor produk kimia berupa  barang‑barang kimia olahan siap pakai menonjol sebagai pendorong terbesar, dengan kenaikan ekspor spektakuler 112,69 persen. Sedangkan ampas dan sisa industri makanan/produk sampingan atau limbah dari pengolahan makanan yang masih bernilai ekonomis, misalnya sebagai pakan ternak atau bahan baku industri lain, menurun 25,30 persen. Kontribusi sepuluh komoditas nonmigas utama terhadap total ekspor nonmigas mencapai 95,39 persen, dengan lemak dan minyak nabati serta kopi, teh, dan rempah-rempah mendominasi.

Amerika Serikat tetap menjadi tujuan ekspor terbesar Lampung, menyerap US$926,66 juta, diikuti Pakistan US$544,13 juta dan Tiongkok US$536,72 juta. Ekspor ke negara utama meningkat 17,12 persen, terutama ke Amerika Serikat (38,52 persen) dan Pakistan (23,63 persen), sementara India dan beberapa negara ASEAN menurun. Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatera, Lampung menempati posisi unggul dalam pertumbuhan ekspor nonmigas, seiring dengan meningkatnya penetrasi ke pasar global.

Di sisi impor, Lampung mencatat nilai US$145,91 juta pada November 2025, naik 25,54 persen dibanding November 2024. Kumulatif Januari–November 2025, impor turun tipis 1,07 persen menjadi US$1,905,64 juta, didorong oleh penurunan impor nonmigas 5,58 persen. Barang modal mencatat lonjakan luar biasa 380,55 persen, sementara impor bahan baku/penolong dan barang konsumsi menurun. Nigeria, Amerika Serikat, dan Australia menjadi pemasok utama, menyumbang sekitar 44 persen dari total impor.

Neraca Perdagangan Lampung Paling Stabil di Sumatera

Neraca perdagangan Lampung tetap solid, dengan surplus US$386,70 juta pada November 2025. Secara kumulatif Januari–November 2025, surplus mencapai US$4,070,11 juta, terutama dari sektor nonmigas yang mencatat US$4,859,64 juta, sedangkan migas defisit US$789,53 juta. Posisi ini menegaskan Lampung sebagai salah satu provinsi di Sumatera dengan neraca perdagangan paling stabil, seiring tren nasional yang juga mencatat surplus perdagangan nonmigas meski impor migas masih membebani.

Bila dibandingkan dengan total perdagangan nasional, Lampung menunjukkan performa lebih agresif pada sektor pertanian dan produk pengolahan, menempatkan provinsi ini sebagai hub ekspor strategis di Pulau Sumatera. Tren ini memberi sinyal positif bagi penguatan sektor industri lokal dan ketahanan perdagangan regional, sekaligus membuka peluang ekspor ke negara-negara baru di luar Asia Tenggara dan Uni Eropa.(i-nomics)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *