Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico mengunjungi SMAN 1 Tegineneng pada libur 1 Muharam 2026. Sekolah ini mencatat prestasi luar biasa dengan tingkat kelulusan PTN melalui SNBT mencapai 99,42 persen. Mampukah sekolah ini mempertahankan capaian positif tahun ini di tahun depan?
TEGINENENG — Ada kunjungan yang direncanakan karena agenda. Ada pula kunjungan yang akhirnya terjadi karena sebuah prestasi tak bisa lagi diabaikan.
Yang kedua itulah yang terjadi di SMAN 1 Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Selasa (16/6/2026).
Di saat sebagian besar orang menikmati libur Tahun Baru Islam 1 Muharam, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, justru memilih bertolak ke Tegineneng. Bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, Rodi Hayani Samsun, ia akhirnya memenuhi janji datang untuk melihat langsung sekolah yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi salah satu perbincangan dunia pendidikan Lampung.
Sekolah ini berada masuk ke dalam, tidak pula berada di jalan besar, namun berhasil mencatatkan capaian yang sulit diabaikan pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Dari 173 siswa yang mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri, 172 di antaranya dinyatakan lolos.
Persentasenya mencapai 99,42 persen.
Angka itu menempatkan SMAN 1 Tegineneng di posisi kedua sekolah negeri dan swasta dengan tingkat kelulusan PTN tertinggi di Lampung tahun 2026, hanya berada sedikit di bawah SMAN 14 Bandar Lampung yang mencatatkan kelulusan 100 persen.
Di tengah persaingan SNBT yang semakin ketat setiap tahun, capaian tersebut menjadikan nama SMAN 1 Tegineneng muncul di antara sekolah-sekolah unggulan yang selama ini lebih sering mendominasi perhatian publik.
Thomas mengaku sebenarnya sudah lama ingin berkunjung ke sekolah tersebut. Namun agenda itu baru bisa terlaksana pada momentum libur 1 Muharam sekaligus bertepatan dengan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Suasana penyambutan berlangsung sederhana. Tidak ada protokoler berlebihan. Kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan menyambut tamu mereka dengan suasana hangat yang lebih menyerupai pertemuan keluarga besar pendidikan dibanding kunjungan formal birokrasi.
“Kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas capaian yang diraih. Kami percaya keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, dan keikhlasan seluruh keluarga besar sekolah,” ujar Thomas.
Ujaran Thomas itu bukan sekadar ucapan selamat. Di balik angka 99,42 persen tersimpan pesan yang lebih besar tentang arah pendidikan Lampung saat ini.
Selama bertahun-tahun, persepsi umum sering mengaitkan sekolah berprestasi dengan lokasi di pusat kota atau fasilitas yang lebih lengkap. Namun hasil SNBT 2026 memperlihatkan cerita yang berbeda.
Sekolah yang berada di kawasan Tegineneng mampu bersaing, bahkan melampaui banyak sekolah favorit lainnya.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan tidak selalu ditentukan oleh letak geografis, melainkan oleh budaya belajar, kepemimpinan sekolah, dedikasi guru, serta kemampuan membangun kepercayaan diri siswa untuk bersaing di tingkat nasional.
Bagi Lampung, capaian ini memiliki makna yang lebih luas.
Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai indikator pendidikan menunjukkan tren positif. Hasil SNBT, pelaksanaan SPMB yang semakin terbuka, hingga meningkatnya jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri menunjukkan bahwa investasi pada kualitas sumber daya manusia mulai memperlihatkan hasil.
Karena itu, kunjungan Thomas Amirico ke SMAN 1 Tegineneng sesungguhnya bukan hanya tentang satu sekolah. Kunjungan ini menjadi simbol pengakuan bahwa prestasi dapat lahir dari mana saja.
Dan ketika seorang kepala dinas memilih datang pada hari libur untuk memberikan apresiasi secara langsung, pesan yang ingin disampaikan juga cukup jelas, yaitu keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya dibaca dalam laporan statistik, tetapi perlu dirayakan sebagai bukti bahwa masa depan Lampung sedang dibangun di ruang-ruang kelasnya.
Namun, berikutnya adalah ujian. Mampukah sekolah-sekolah ini mempertahankan capaian positif tahun ini di tahun depan?
Kelak, Cabdin setempat harus menjawabnya!
(iwa)
