Pemprov Lampung menyiapkan nobar Piala Dunia 2026 dengan melibatkan UMKM dan dunia usaha. Euforia sepak bola diharapkan menjadi momentum menciptakan “gol ekonomi” bagi masyarakat.
BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung ingin menjadikan euforia Piala Dunia FIFA 2026 sebagai momentum untuk mencetak “gol ekonomi” bagi daerah. Melalui penyelenggaraan nonton bareng (nobar) yang melibatkan UMKM, dunia usaha, dan berbagai komunitas, pemerintah berharap terjadi perputaran ekonomi yang dapat dinikmati langsung masyarakat.
Langkah tersebut mulai disiapkan menyusul arahan Kementerian Dalam Negeri yang meminta pemerintah daerah menginisiasi dan memfasilitasi penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026 di daerah masing-masing.
Pembahasan persiapan dilakukan dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan TVRI Stasiun Lampung.
Menurut Marindo, Gubernur Lampung mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat sekaligus melihat peluang ekonomi yang dapat muncul dari tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Karena itu, Pemprov Lampung tidak ingin nobar hanya menjadi kegiatan menonton pertandingan. Pemerintah berupaya menjadikannya sebagai ruang aktivitas ekonomi baru yang melibatkan pelaku UMKM, BUMD, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, komunitas kepemudaan, hingga lembaga pendidikan.
“Kita ingin kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang menonton pertandingan sepak bola. Yang terpenting adalah bagaimana kegiatan ini mampu menghadirkan manfaat nyata, menggerakkan UMKM, menciptakan aktivitas ekonomi, serta memperkuat interaksi sosial di tengah masyarakat,” kata Marindo.
Strategi tersebut mencerminkan cara pandang baru pemerintah daerah terhadap kegiatan publik berskala besar. Keramaian yang tercipta selama penyelenggaraan nobar dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan transaksi ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil.
Kehadiran ribuan warga di lokasi nobar berpotensi menciptakan pasar sementara bagi pedagang makanan dan minuman, produk kreatif, hingga berbagai jasa pendukung lainnya. Semakin besar partisipasi masyarakat, semakin besar pula peluang perputaran uang yang tercipta.
Untuk mendukung hal itu, Pemerintah Provinsi Lampung akan menyiapkan sejumlah lokasi strategis yang mudah diakses masyarakat. Berbagai aspek pendukung juga akan dipersiapkan, mulai dari sarana dan prasarana, pengaturan lalu lintas, kebersihan lingkungan, hingga koordinasi dengan Forkopimda guna memastikan keamanan dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
Pemprov juga akan melakukan publikasi dan sosialisasi secara luas agar masyarakat mengetahui lokasi serta jadwal pelaksanaan nobar.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala TVRI Stasiun Lampung Muhammad Ikhsan menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan nobar Piala Dunia FIFA 2026 di Lampung. Dukungan tersebut penting karena TVRI merupakan pemegang hak siar resmi Piala Dunia FIFA 2026 di Indonesia.
Di tengah perlambatan ekonomi yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, Pemprov Lampung melihat Piala Dunia bukan hanya sebagai tontonan global, melainkan juga peluang ekonomi lokal. Jika dikelola dengan baik, euforia sepak bola dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas daripada sekadar hiburan, yakni menciptakan aktivitas usaha, memperkuat interaksi sosial, dan menghasilkan “gol ekonomi” yang dirasakan masyarakat.(iwa)
