LAMPUNG -Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur menutup sementara seluruh wisata alam setelah konflik dengan gajah liar makin tak terkendali. Petugas kekurangan personel untuk mengamankan pengunjung sekaligus menanggulangi satwa yang masuk ke pemukiman warga.
Meski wisata ditutup, TNWK tetap membuka akses untuk pendidikan dan penelitian. Sementara gajah liar kini menjadi “raja” kawasan, menandai momen TNWK harus mengalah demi keselamatan manusia dan satwa.
Penutupan ini berlaku tanpa batas waktu yang ditentukan, menandai momen ketika pengelola TNWK harus mengaku “kalah” “ menghadapi tekanan dari satwa yang dilindungi.
Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, mengatakan keputusan ini diambil karena keterbatasan personel untuk menangani konflik gajah liar sekaligus mengamankan pengunjung. “Kami kekurangan personel untuk menanggulangi konflik gajah liar, sehingga wisata ditutup sementara,” ujarnya. Jumat, 16 Agustus 2026.
Meskipun layanan wisata ditutup, TNWK tetap membuka akses untuk pendidikan, penelitian, dan kegiatan magang. Penutupan resmi tertuang dalam Surat Edaran Nomor 105/T.11/TU/HMS.01.08/B/01/2026.
Penutupan ini mengikuti beberapa insiden serius. Dalam beberapa pekan terakhir, gajah liar masuk ke pemukiman dan perkebunan warga, menimbulkan ketegangan. Pada 31 Desember 2025, seorang kepala desa di Braja Asri bahkan tewas diserang gajah liar saat berusaha mengusir satwa itu. Kejadian ini menegaskan risiko nyata konflik manusia-hewan di kawasan penyangga TNWK.
TNWK dikenal sebagai pusat konservasi Gajah Sumatera, termasuk gajah jinak dan liar, namun kenyataan lapangan menunjukkan bahwa konflik tetap menjadi tantangan utama. Penutupan wisata ini menandai bahwa TNWK kini harus memprioritaskan keamanan manusia dan satwa di atas layanan wisata.(i-nomics)
