Saat Purnama Wulan Memetik Harapan

 Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari, memetik langsung setangkai anggur yang telah matang di PKK Agro Park, Desa Sabah Balau, Lampung Selatan, Senin (26/1/2026). Di sore yang tenang itu, gestur sederhana tersebut menjelma menjadi penanda bahwa  pekarangan bisa tumbih harapan, pelan, nyata, dan bernilai.

Butiran anggur menggantung rapat, warnanya pekat dan memikat mata. Purnama menyebut varietas yang dipanen adalah Andrew. Panen terakhir sebelum kebun kembali memasuki siklus tanam berikutnya pada Mei mendatang. Dari lahan yang tak luas itu, tercatat 8,5 kilogram anggur berkualitas berhasil dikumpulkan, dengan nilai jual mencapai Rp100 ribu per kilogram. Angka yang cukup untuk membantah anggapan lama bahwa pekarangan hanya ruang sisa.

Tak jauh dari barisan anggur, panen melon periode keempat juga dirampungkan. Sebanyak 7,6 kilogram melon dipetik, masing-masing dihargai Rp35 ribu per kilogram. Hasilnya mungkin tak sebanding dengan skala pertanian besar, tetapi justru di situlah maknanya pangan lahir dari ruang terdekat dengan rumah, dikelola dengan ketekunan dan pengetahuan, memberi manfaat ganda, gizi dan penghasilan.

PKK Agro Park dirancang sebagai kebun percontohan, laboratorium hidup bagi kemandirian pangan rumah tangga. Bukan proyek simbolik, melainkan undangan terbuka bagi ibu rumah tangga dan masyarakat luas untuk melihat, belajar, lalu meniru. “Buah dan sayur kebutuhan pokok bisa ditanam sendiri. Lahan sempit bukan penghalang jika dikelola dengan baik,” ujar Purnama, menegaskan pesan yang lebih besar dari sekadar panen hari itu.

Di tengah fluktuasi harga pangan dan tekanan ekonomi keluarga, kebun kecil di Sabah Balau menyampaikan narasi yang jernih: ketahanan tidak selalu lahir dari kebijakan besar atau lahan luas. Ia bisa bermula dari pekarangan, dari tangan yang telaten, dari keberanian mengubah ruang kecil menjadi sumber daya. Sore itu, saat Purnama Wulan memetik anggur, yang ikut terpetik bukan hanya buah, melainkan keyakinan bahwa kemandirian bisa ditanam, dirawat, dan dipanen bersama.(i-nomics)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *