Kadis Pariwisata Lampung Mundur, Alarm Birokrasi Kian Nyaring

LAMPUNG – Birokrasi Pemerintah Provinsi Lampung kembali diguncang. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf), Bobby Irawan, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sejak 27 Januari 2026. Mundurnya Bobby menambah daftar pejabat strategis yang meninggalkan posnya dalam waktu berdekatan—setelah sebelumnya Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Lampung, Rinva juga lebih dulu melepas jabatan.

Alasan pengunduran diri Bobby disampaikan dengan nada personal. Ia memilih fokus mendampingi ibunya yang tengah menjalani perawatan intensif akibat sakit. Namun, di tengah upaya Pemprov Lampung mendorong sektor pariwisata sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi, kepergian kepala dinas ini tak pelak memantik tanda tanya besar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung, Rendi Reswandi, membenarkan pengunduran diri tersebut. Ia menegaskan, prosesnya tidak mendadak dan telah melewati mekanisme birokrasi panjang hingga ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Pengunduran diri Pak Bobby sudah diproses sesuai ketentuan. Alasannya fokus mengurus orang tua yang sedang sakit,” ujar Rendi, Rabu (28/1/2026).

Meski mundur dari kursi Kepala Disparekraf, Bobby tidak sepenuhnya meninggalkan pemerintahan. Bobby mendapat penugasan khusus di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung. Ia diminta menyumbang gagasan dan inovasi untuk mengerek pendapatan daerah yang selama ini  memang akrab dengan rekam jejaknya sebagai mantan pejabat Bappeda.

Namun, fakta tetap tak bisa dihindari, yakni pariwisata Lampung pasti kehilangan nahkoda di tengah pelayaran.

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor pariwisata Lampung sebenarnya menunjukkan geliat, dari penguatan destinasi unggulan, festival daerah, hingga upaya mengaitkan pariwisata dengan ekonomi kreatif dan UMKM. Tapi capaian itu masih rapuh. Kunjungan wisata belum konsisten, promosi belum terintegrasi, dan kontribusi terhadap PAD masih jauh dari potensi sesungguhnya. Kerapuhan ini terjadi disebabkan terus terpotongnya alokasi kue anggaran untuk sektor pariwisata dari tahun ke tahun.

Kini, tongkat estafet Disparekraf sementara dipegang Tony Ferdinansyah sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Tony sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK).

Rentetan pengunduran diri pejabat kunci dari sektor ekonomi hingga pariwisata membunyikan alarm serius bagi stabilitas birokrasi Lampung. Apakah ini sekadar kebetulan personal, atau sinyal bahwa mesin pemerintahan sedang tidak baik-baik saja?

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *