Produksi Padi Lampung 2025 Naik Tajam, Tiga Kabupaten Jadi Penyumbang Utama

NOMICS.ID  – Produksi padi Provinsi Lampung sepanjang 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, luas panen padi mencapai 596,02 ribu hektare, naik 12,09 persen dari 531,72 ribu hektare pada 2024. Sementara itu, produksi padi tercatat 3,25 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 16,53 persen dari 2,79 juta ton pada 2024.

Jika dikonversi menjadi beras, produksi 2025 setara dengan 1,87 juta ton, naik 16,53 persen dari 1,60 juta ton pada 2024, menjadikan Lampung tetap sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang andal.

Data BPS menunjukkan puncak panen padi terjadi pada April 2025 sebesar 139,26 ribu hektare, lebih awal dibandingkan Mei 2024 yang mencapai 128,17 ribu hektare. Produksi padi tertinggi juga terjadi pada bulan yang sama, mencapai 797,74 ribu ton GKG. Di sisi lain, produksi terendah terjadi pada Januari 2025, yaitu 28,89 ribu ton GKG.

BPS memproyeksikan potensi luas panen Januari–Maret 2026 mencapai 168,59 ribu hektare, meningkat tajam 82,40 persen dibandingkan periode yang sama 2025. Potensi produksi padi untuk tiga bulan pertama 2026 diperkirakan 921,93 ribu ton GKG, naik 80,70 persen dari 510,20 ribu ton GKG tahun sebelumnya. Konversi menjadi beras diperkirakan 529,97 ribu ton, meningkat 80,70 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi wilayah, tiga kabupaten dengan produksi padi tertinggi adalah Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan. Lampung Selatan mencatat peningkatan produksi paling tinggi secara absolut, dari 317,83 ribu ton GKG pada 2024 menjadi 460,85 ribu ton GKG pada 2025, atau naik 45 persen. Lampung Tengah meningkat 13,15 persen menjadi 694,73 ribu ton GKG, sementara Lampung Timur naik 9,01 persen menjadi 526,19 ribu ton GKG.

Sebaliknya, Lampung Barat mengalami penurunan produksi sebesar 5,19 persen menjadi 59,77 ribu ton GKG, menjadi satu-satunya wilayah yang mencatat penurunan.

Teknologi Survei Tingkatkan Akurasi Produksi

Peningkatan akurasi data padi Lampung tidak lepas dari metode Survei Kerangka Sampel Area (KSA) dan Survei Ubinan yang diterapkan BPS sejak 2018. Melalui pengamatan visual di lebih dari 10.500 titik sampel di Lampung setiap bulan, BPS mampu memantau kondisi pertanaman, mulai dari fase persiapan lahan hingga panen. Data ini memungkinkan prediksi potensi produksi padi dan beras hingga tiga bulan ke depan, yang menjadi acuan bagi perencanaan pangan daerah.

Dalam perhitungan produksi beras, BPS menggunakan angka konversi gabah kering panen (GKP) ke gabah kering giling (GKG) sebesar 82,92 persen, dan GKG ke beras 63,82 persen. Angka ini sudah memperhitungkan susut/tercecer gabah serta penggunaan non-pangan seperti hotel, restoran, dan katering.

Dengan kenaikan produksi padi dan beras, Lampung memperkuat posisinya sebagai provinsi yang mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, sekaligus menjadi penyangga stabilitas harga beras nasional.

Peningkatan signifikan luas panen dan produksi padi di Lampung pada 2025 menunjukkan keberhasilan optimalisasi pertanian melalui manajemen lahan dan teknologi survei yang canggih. Dengan proyeksi potensi produksi awal 2026 yang juga tinggi, Lampung siap menghadapi tantangan kebutuhan pangan penduduk, sekaligus memberi kontribusi bagi ketahanan pangan nasional.(IWA)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *