Spanyol menghadapi Belgia pada perempat final Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium. La Furia Roja mengandalkan permainan kolektif, sementara Belgia datang dengan semangat generasi baru yang siap menciptakan kejutan. Sedangkan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa , Hendri bersiap menyaksikan kemenangan Spanyol dari kejauhan.
@Iwa Perkasa
Babak perempat final Piala Dunia FIFA 2026 menghadirkan duel dua kekuatan Eropa yang tengah berada dalam fase berbeda. Spanyol akan menghadapi Belgia pada Sabtu (11/7/2026) pukul 02.00 WIB (Jumat siang waktu Los Angeles) di Los Angeles Stadium. Pemenang laga ini akan menantang pemenang Prancis vs Maroko di semifinal.
Pertandingan ini mempertemukan dua filosofi yang kontras.
Spanyol datang sebagai tim yang paling stabil sepanjang turnamen. Sementara Belgia tampil mengejutkan setelah melewati proses regenerasi dan kini kembali menjadi ancaman serius bagi tim-tim unggulan.
Jika ada satu tim yang tampil paling konsisten di Piala Dunia 2026, Spanyol layak masuk dalam daftar teratas.
Tim asuhan Luis de la Fuente belum terkalahkan dalam 35 pertandingan internasional dan tampil sebagai satu kesatuan yang solid. Kekuatan La Furia Roja bukan lagi bertumpu pada satu bintang, melainkan kolektivitas permainan yang membuat mereka sulit diprediksi.
Perjalanan menuju perempat final juga menunjukkan kedewasaan mereka.
Spanyol mengakhiri langkah Portugal di babak 16 besar melalui gol dramatis pada menit-menit akhir, sebuah kemenangan yang kembali menegaskan mental juara mereka.
Sementara, Belgia datang ke Los Angeles bukan lagi sebagai “generasi emas” yang dulu diperkuat Kevin De Bruyne, Eden Hazard, atau Romelu Lukaku.
Kini, Setan Merah tampil dengan wajah baru.
Pelatih Rudi Garcia berhasil membangun tim yang lebih dinamis, lebih agresif, dan tidak lagi bergantung kepada satu atau dua pemain.
Bukti paling nyata terlihat saat Belgia menghancurkan tuan rumah Amerika Serikat 4-1 pada babak 16 besar. Kemenangan itu sekaligus mengakhiri perjalanan salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.
Namun Belgia juga menghadapi persoalan.
Gelandang bertahan Amadou Onana dipastikan absen akibat cedera, sehingga keseimbangan lini tengah menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Rudi Garcia.
Laga ini diperkirakan akan ditentukan di sektor tengah.
Spanyol hampir pasti mendominasi penguasaan bola melalui permainan umpan pendek yang menjadi identitas mereka selama bertahun-tahun.
Sebaliknya, Belgia diperkirakan memilih pendekatan yang lebih langsung, mengandalkan kecepatan transisi dan efektivitas serangan balik.
Jika Belgia mampu memutus aliran bola Spanyol sejak lini tengah, peluang menciptakan kejutan akan terbuka.
Namun apabila Spanyol berhasil memainkan ritme pertandingan sesuai keinginan mereka, Belgia akan dipaksa bertahan lebih lama daripada menyerang.
Hendri Siap Rayakan Kemenangan
Bagi pembaca Nomics, pertandingan ini juga memiliki cerita tersendiri.
Di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Lampung, Hendri, menjadi satu-satunya pejabat yang sejak awal menjagokan Spanyol.
Saat banyak tim favorit pejabat lain mulai berguguran, ia konsisten menjaga asa Spanyol melangkah menuju semifinal.
“Laga ini tidak akan saya lewatkan,” katanya.
Ia meyakini Spanyol melewati Belgia, bahkan bisa kembali mengangkat trofi Piala Dunia setelah terakhir kali melakukannya pada 2010.
Prediksi Nomics
Di atas kertas, Spanyol sedikit lebih unggul.
Mereka memiliki organisasi permainan yang lebih matang, kedalaman skuad yang merata, serta pengalaman menghadapi pertandingan besar.
Belgia diyakini akan memberikan perlawanan sengit, tetapi absennya Amadou Onana bisa menjadi celah yang dimanfaatkan Spanyol untuk menguasai lini tengah.
Prediksi skor: Spanyol 2-1 Belgia.
