argentina vs inggris

Darah, Air Mata, dan Harga Diri: Menengok Sejarah Rivalitas Berdarah Inggris vs Argentina

Pertandingan sepak bola antara Inggris dan Argentina tidak pernah hanya sekadar 90 menit di atas lapangan hijau. Duel dua raksasa ini adalah panggung pertempuran yang melibatkan trauma politik, dendam kesumat, intrik, hingga momen-momen paling genius sekaligus kontroversial dalam sejarah peradaban olahraga modern.

@Iwa Perkasa

Menjelang bentrokan krusial mereka di babak semifinal Piala Dunia 2026, mari kita bedah garis waktu yang melatarbelakangi mengapa laga ini selalu menjadi salah satu rivalitas paling panas di dunia.

1. Benih Kebencian di Wembley (Piala Dunia 1966)

Jauh sebelum drama tahun 1980-an, benih permusuhan sudah tertanam pada perempat final Piala Dunia 1966 di Inggris. Kapten Argentina, Antonio Rattin, diusir keluar lapangan oleh wasit asal Jerman Barat karena dianggap “melakukan kekerasan verbal”, meskipun wasit tidak paham bahasa Spanyol.

Rattin yang mengamuk menolak keluar, menduduki karpet merah milik Ratu Inggris, dan meremas bendera sudut lapangan yang berlogo Union Jack. Usai laga yang dimenangkan Inggris 1-0 itu, manajer Inggris Alf Ramsey melarang para pemainnya bertukar kaus dan menyebut para pemain Argentina sebagai “binatang” (animals). Media Argentina pun langsung melabeli laga itu sebagai El Robo del Siglo (Pencurian Abad Ini).

2. Trauma Perang Falklands / Malvinas (1982)

Pada April 1982, ketegangan meletus menjadi konflik militer bersenjata. Argentina dan Inggris berperang memperebutkan Kepulauan Falkland (oleh Argentina disebut Malvinas). Perang yang berlangsung selama 74 hari ini berakhir dengan kemenangan Inggris dan merenggut nyawa 649 tentara Argentina serta 255 tentara Inggris.

Meskipun perang telah usai secara politik, luka psikologis di hati masyarakat Argentina belum sembuh. Sepak bola kemudian menjadi satu-satunya medan di mana Argentina bisa menuntut balas secara terhormat.

3. Piala Dunia 1986: Pengadilan Diego Maradona

Empat tahun pascaperang, takdir mempertemukan mereka di perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Laga ini menjadi panggung tunggal bagi sang legenda, Diego Armando Maradona, yang menciptakan dua momen paling ekstrem dalam sejarah sepak bola hanya dalam durasi empat menit:

Gol Tangan Tuhan (Hand of God): Pada menit ke-51, Maradona melompat dan meninju bola melewati kiper Inggris Peter Shilton. Wasit tidak melihatnya dan gol disahkan. Maradona menyebut gol itu dicetak “sedikit oleh kepala Maradona, dan sedikit oleh tangan Tuhan.

Gol Terbaik Abad Ini (Goal of the Century): Menit ke-55, Maradona membalas semua cibiran Inggris dengan cara paling elegan. Ia menggiring bola dari wilayahnya sendiri, meliuk-liuk melewati lima pemain Inggris, mengecoh Shilton, lalu menceploskan bola ke gawang.Argentina menang 2-1. Bagi publik Argentina, kemenangan itu adalah pembalasan yang sah atas Perang Malvinas.

4. Prancis 1998: Provokasi Simeone dan Kartu Merah Beckham

Rivalitas ini melahirkan musuh baru bagi publik Inggris pada babak 16 besar Piala Dunia 1998. Bintang muda Inggris, David Beckham, terpancing provokasi cerdik dari gelandang Argentina, Diego Simeone.

Beckham yang sedang terjatuh menendang kaki Simeone secara refleks tepat di depan mata wasit. Kartu merah langsung keluar, Inggris bermain dengan 10 orang, dan akhirnya tersingkir lewat adu penalti yang dramatis setelah bermain imbang 2-2. Sepulang dari Prancis, Beckham menjadi orang paling dibenci di Inggris, bahkan manekin dirinya digantung di luar sebuah pub di London.

5. Sapporo 2002: Penebusan Dosa Sang Kapten

Empat tahun kemudian, plot film Hollywood terjadi di fase grup Piala Dunia 2002 di Jepang. Inggris dihadiahi penalti setelah Michael Owen dilanggar di kotak terlarang.

David Beckham, yang waktu itu sebagai kapten memikul beban trauma masa lalu, maju sebagai eksekutor. Dengan dingin, ia menghujamkan bola ke tengah gawang Argentina untuk membawa Inggris menang 1-0. Kemenangan ini sekaligus membuat Argentina hancur lebur karena gagal lolos dari fase grup.

Menuju Babak Baru di Semifinal 2026

Kini, lembaran sejarah baru siap ditulis di semifinal Piala Dunia 2026. Generasi emas Inggris di bawah komando Jude Bellingham membawa misi mengakhiri kutukan panjang negara mereka. Di kubu seberang, Lionel Messi dkk bertarung demi menjaga kehormatan warisan Diego Maradona. Satu hal yang pasti: siapa pun yang kalah, lukanya akan membekas hingga puluhan tahun ke depan.

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 selanjutnya:

Prancis vs Spanyol: Rabu, 15 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.

Inggris vs Argentina: Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *