Ekonomi Lampung Menguat, Fiskal Solid, dan Pertumbuhan Triwulan IV Diproyeksikan Kian Melesat

Dengan inflasi yang terjaga, konsumsi rumah tangga yang kuat, percepatan realisasi belanja pemerintah di akhir tahun, dan stabilisasi ekspor komoditas, perekonomian Lampung diproyeksikan tumbuh pada kisaran 5,1–5,3% (yoy) pada triwulan IV 2025. Proyeksi ini menempatkan Lampung pada jalur pertumbuhan positif hingga tutup tahun, memperkuat fondasi ekonomi menuju 2026.

***

Perekonomian Lampung pada triwulan III 2025 menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan global. Ekonomi provinsi ini tumbuh 5,04% secara tahunan, menjadi salah satu yang tercepat di Sumatera. Secara kuartalan, ekonomi Lampung bahkan melonjak 9,33%, sementara pertumbuhan kumulatif tahun kalender mencapai 5,19%.

Dorongan konsumsi rumah tangga yang menyumbang 60,49% PDRB, tumbuh 4,94% dan iklim investasi yang membaik melalui kenaikan PMTB sebesar 6,05% menjadi motor utama pertumbuhan. Lompatan investasi domestik hingga 239,52% dan penanaman modal asing yang naik 10,14% turut memperkuat fondasi ekspansi ekonomi.

Indikator kesejahteraan masyarakat juga bergerak positif. IPM Lampung naik menjadi 73,98, sementara jumlah penduduk miskin turun ke 887,02 ribu orang atau 10%, berkurang 52,28 ribu sepanjang tahun. Kinerja komoditas unggulan, terutama batubara, CPO, dan kopi, membaik seiring kenaikan harga referensi global. Inflasi tetap terkendali pada level 1,20% secara tahunan dan 0,23% secara bulanan pada Oktober, dengan kenaikan terbatas pada harga emas perhiasan. Neraca perdagangan Lampung terus mencatat surplus US$462,11 juta meski ekspor dan impor September mengalami penurunan bulanan yang cukup dalam.

Dari sisi fiskal, APBN Regional Lampung hingga Oktober 2025 menunjukkan performa solid. Pendapatan negara mencapai Rp9,10 triliun atau 81,70% dari target dan tumbuh dua digit sebesar 10,53% secara tahunan. Pajak Perdagangan Internasional menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 146,81%.

PNBP juga meningkat 5,19% menjadi Rp1,36 triliun, terutama dari pendapatan BLU dan PNBP lainnya yang jauh melampaui target. Belanja negara sebesar Rp25,58 triliun tersalur 81,14% dari pagu, meski terkontraksi 7,42% akibat pergeseran prioritas belanja pusat dan penurunan beberapa komponen TKD. Defisit APBN regional menyempit 15,04% menjadi Rp16,48 triliun, menegaskan APBN tetap efektif menjaga stabilitas dan daya beli masyarakat.

Program revitalisasi sekolah sebagai salah satu prioritas pembangunan SDM menunjukkan progres cepat. Hingga 21 November, realisasi DAK Fisik mencapai 69,52% atau Rp51,73 miliar dari pagu Rp74,42 miliar dengan 643 dari 648 sekolah menuntaskan kontrak. Skema Bantuan Pemerintah juga berjalan baik dengan realisasi 77,64% atau Rp399,5 miliar dari pagu Rp514,5 miliar, mencakup 627 satuan pendidikan dari PAUD hingga SMA.

Dengan inflasi yang terjaga, konsumsi rumah tangga yang kuat, percepatan realisasi belanja pemerintah di akhir tahun, dan stabilisasi ekspor komoditas, perekonomian Lampung diproyeksikan tumbuh pada kisaran 5,1–5,3% (yoy) pada triwulan IV 2025. Proyeksi ini menempatkan Lampung pada jalur pertumbuhan positif hingga tutup tahun, memperkuat fondasi ekonomi menuju 2026.(inomics)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *