SNBT dan SPMB Lampung Bersinar, Tetapi Ujian Sesungguhnya Baru Dimulai

Lampung sedang menghasilkan semakin banyak generasi cerdas. Tantangan berikutnya adalah memastikan mereka tidak menjadi penganggur terdidik atau justru membangun daerah lain.

Bagi daerah yang selama bertahun-tahun berjuang meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tentu ini merupakan kabar baik. Namun pembangunan tidak pernah berhenti pada soal mencetak anak-anak pintar.

Pertanyaan yang lebih besar justru muncul setelah itu. Apakah ekonomi Lampung mampu menyediakan cukup banyak pekerjaan berkualitas untuk menampung generasi cerdas yang terus bertambah tersebut?

Di sinilah tantangan sesungguhnya dimulai.

Selama ini keberhasilan pendidikan sering diukur dari jumlah siswa yang lulus, nilai akademik, atau banyaknya peserta didik yang diterima di perguruan tinggi negeri. Ukuran tersebut memang penting. Namun bagi daerah yang sedang membangun, ukuran itu tidak lagi cukup.

Keberhasilan pendidikan pada akhirnya harus terlihat dari kemampuan lulusan memperoleh pekerjaan yang layak, menciptakan usaha baru, menghasilkan inovasi, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Data ketenagakerjaan Lampung memberi sinyal yang perlu dicermati.

Badan Pusat Statistik mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Lampung pada Februari 2026 sebesar 3,95 persen. Angka ini relatif rendah dan menunjukkan pasar kerja masih bergerak. Namun di balik angka tersebut terdapat fakta yang menarik.

Lulusan SMK dan SMA justru menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi. Artinya, masih terdapat jarak antara dunia pendidikan dan kebutuhan riil pasar kerja.

Padahal dalam beberapa tahun ke depan Lampung sedang menyiapkan berbagai agenda besar. Hilirisasi singkong menjadi bioetanol, pengembangan industri pangan, penguatan sektor logistik, energi terbarukan, hingga berbagai investasi baru membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan relevan dengan kebutuhan industri.

Persoalannya, apakah sekolah dan perguruan tinggi saat ini sudah menghasilkan kompetensi yang dibutuhkan sektor-sektor tersebut?

Jika tidak, Lampung berisiko menghadapi paradoks pembangunan. Daerah berhasil mencetak lulusan berkualitas, tetapi gagal menyediakan ruang yang cukup bagi mereka untuk berkembang.

Fenomena ini sebenarnya sudah lama terjadi di banyak daerah.

Siswa terbaik berhasil masuk universitas unggulan. Setelah lulus, mereka bekerja di Jakarta, Bandung, Surabaya, Batam, atau bahkan luar negeri. Daerah asal hanya menjadi tempat lahir dan tumbuh, sementara manfaat ekonominya dinikmati wilayah lain.

Jika pola seperti ini terus berlangsung, Lampung sesungguhnya sedang mengekspor talenta terbaiknya.

Karena itu, bonus demografi yang akan dinikmati Lampung dalam satu dekade mendatang tidak boleh dipandang sebagai hadiah otomatis.

Bonus demografi hanya menjadi berkah jika tersedia lapangan kerja produktif, investasi yang tumbuh, dan industri yang mampu menyerap tenaga kerja berkualitas.

Sebaliknya, tanpa penciptaan pekerjaan yang cukup, bonus demografi bisa berubah menjadi ledakan pengangguran terdidik.

Inilah sebabnya mengapa hilirisasi ekonomi harus berjalan beriringan dengan hilirisasi sumber daya manusia.

Lampung tidak cukup hanya membangun pabrik. Lampung juga harus membangun manusia yang mampu mengoperasikan pabrik tersebut.

Lampung tidak cukup hanya menghadirkan investasi. Lampung juga harus memastikan investasi itu memberi ruang bagi generasi mudanya untuk berkembang.

Keberhasilan SNBT dan SPMB 2026 menunjukkan bahwa kualitas pendidikan Lampung sedang bergerak ke arah yang benar.

Namun ujian sesungguhnya bukan lagi berapa banyak anak yang berhasil masuk sekolah atau perguruan tinggi.

Ujian sesungguhnya adalah apakah anak-anak pintar itu nantinya dapat bekerja, berkarya, dan membangun masa depan di tanah Lampung sendiri.

Sebab ukuran akhir keberhasilan pendidikan bukan jumlah ijazah yang dicetak.

Melainkan seberapa besar kontribusi lulusan terhadap kemajuan daerah yang membesarkannya.*****

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *