Enam Pejabat Lampung Masih Punya Asa di Piala Dunia 2026, Tim Unggulan Evie Argentina Menang Dramatis

BANDARLAMPUNG – Drama kemenangan Argentina atas Cape Verde menjadi kabar menggembirakan bagi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung Evie Fatmawaty. Tim favoritnya berhasil lolos ke babak berikutnya setelah menang dramatis 3-2 melalui perpanjangan waktu, sekaligus menjaga persaingan “jagoan” di kalangan pejabat Pemerintah Provinsi Lampung.

Kemenangan Albiceleste itu juga membuat peta dukungan di lingkungan Pemprov Lampung semakin menarik. Hingga memasuki babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026, masih ada enam pejabat yang tim unggulannya bertahan dalam perburuan trofi juara dunia.

Di kubu Argentina, Evie tak sendirian. Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Lampung Muhammad Yuliardi juga tetap tersenyum menyaksikan Lionel Messi dan kolega lolos dari ujian berat menghadapi Cape Verde.

Bagi Evie, dukungannya kepada Argentina bukan tanpa alasan. Sosok Lionel Messi sudah lama menjadi idola di keluarganya.

“Itu idola anak-anak saya. Jadi kami dukung Argentina,” ujarnya kepada Nomics beberapa waktu lalu.

Drama yang tersaji di Hard Rock Stadium, Miami, Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB, membuat pendukung Argentina sempat dibuat cemas. Sempat unggul lebih dulu melalui Lionel Messi, Albiceleste beberapa kali kehilangan keunggulan hingga pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan waktu.

Namun pengalaman sebagai juara bertahan akhirnya berbicara. Argentina mampu mengunci kemenangan 3-2 dan memastikan langkah ke babak berikutnya, sekaligus menjaga asa para pendukungnya, termasuk Evie dan Yuliardi.

Sementara itu, harapan terbesar di jajaran pimpinan Pemprov Lampung kini berada di kubu Inggris.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan sejak awal merupakan pendukung setia The Three Lions. Ia bahkan optimistis Inggris mampu mengakhiri penantian panjang sejak terakhir menjadi juara dunia pada 1966.

“Saya pendukung setia Inggris,” kata Marindo.

Menariknya, peta dukungan mulai berubah setelah Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dikabarkan mengalihkan dukungannya kepada Inggris. Jika benar, maka Jihan kini berada di kubu yang sama dengan Marindo. Inggris pun menjadi negara yang memperoleh dukungan terbanyak di jajaran pimpinan Pemerintah Provinsi Lampung yang masih bertahan di turnamen.

Persaingan juga tetap hidup di kubu Prancis.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico masih yakin Les Bleus mampu melangkah jauh. Keyakinan itu juga dimiliki Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Transmigrasi Provinsi Lampung Slamet Riadi yang sejak awal menjadikan Prancis sebagai tim favoritnya.

Thomas bahkan menegaskan kesetiaannya kepada Les Bleus tidak akan berubah.

“Tetap Prancis. Tak bisa ke lain hati,” ujarnya.

Satu pejabat lain yang juga masih memiliki peluang adalah Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Lampung Hendri. Ia tetap percaya kepada Spanyol sebagai calon juara.

“Yang saya tahu Spanyol pernah juara dunia,” ujarnya sambil tersenyum.

Sebaliknya, dua pejabat harus menerima kenyataan bahwa tim favoritnya telah angkat koper lebih cepat.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang menjagokan Brasil harus melihat tim Samba tersingkir. Nasib serupa dialami Wakil Gubernur Jihan Nurlela setelah Jerman gagal melanjutkan langkah, sebelum kemudian dikabarkan beralih mendukung Inggris.

Dengan hasil terbaru, persaingan “Piala Dunia versi Pemprov Lampung” kini menyisakan empat negara, yakni Inggris, Argentina, Prancis, dan Spanyol.

Persaingan dipastikan semakin seru apabila negara-negara tersebut terus melaju hingga semifinal dan final.

Apalagi Pemerintah Provinsi Lampung telah merencanakan nonton bareng (nobar) partai final Piala Dunia 2026 bersama masyarakat di PKOR Way Halim. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui keterlibatan pelaku UMKM.

Jika skenario itu terwujud, bukan hanya para pemain di lapangan yang mempertaruhkan gengsi.

Di tribun nobar, para pejabat Lampung juga akan “bertanding”, mempertahankan negara jagoan masing-masing.

Dan ketika peluit panjang final berbunyi nanti, bukan hanya satu negara yang berharap menjadi juara.

Pemerintah Provinsi Lampung juga berharap pesta sepak bola terbesar di dunia itu mampu menghasilkan “gol ekonomi” melalui meningkatnya aktivitas UMKM selama rangkaian nobar berlangsung.(iwa)

Note: Maaf foto kurang mirip

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *