Preview PD 2026: Messi vs Swiss Minggu Pagi, Yuliardi dan Evie Nobar Siapkan Sarapan Bubur Ayam?

Argentina menghadapi Swiss pada perempat final Piala Dunia 2026 di Kansas City. Lionel Messi memburu tiket semifinal, sementara Swiss bertekad mengulang kejutan setelah menyingkirkan Kolombia. Di Lampung, Kepala Biro Umum Yuliardi dan Kadis Koperasi dan UMKM Evie Fatmawaty akan menyaksikan laga sambil sarapan bubur ayam.

@Iwa Perkasa 

Sang juara bertahan kembali diuji. Argentina akan menghadapi Swiss pada laga perempat final Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung di Kansas City Stadium (GEHA Field at Arrowhead Stadium), Kansas City, Missouri, Minggu (12/7/2026) pukul 08.00 WIB. Pemenang pertandingan ini akan menghadapi pemenang laga Norwegia vs Inggris di babak semifinal.

Bagi Argentina, ini adalah kesempatan melanjutkan langkah mempertahankan gelar juara dunia yang diraih di Qatar 2022. Namun bagi Swiss, laga ini menjadi peluang menorehkan sejarah dengan mencapai semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam era modern.

Usia Lionel Messi memang telah menginjak 39 tahun. Namun pengaruhnya terhadap permainan Argentina belum tergantikan.

Pada babak 16 besar, La Albiceleste sempat tertinggal sebelum bangkit mengalahkan Mesir 3-2. Pengalaman Messi menjadi faktor penting dalam membalikkan keadaan, menunjukkan bahwa sang kapten tetap mampu menjadi pembeda di saat tim membutuhkan.

Pelatih Lionel Scaloni kini menghadapi tantangan menjaga keseimbangan tim. Argentina tidak lagi hanya mengandalkan kecemerlangan individu, tetapi juga kolektivitas permainan yang menjadi fondasi keberhasilan mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Sebaliknya, Swiss mungkin tidak sepopuler Argentina, tetapi perjalanan mereka menuju delapan besar menunjukkan karakter yang luar biasa.

Mereka menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit. Kiper Gregor Kobel menjadi pahlawan dengan penyelamatan krusial yang mengantar Swiss mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.

Pelatih Murat Yakin menilai Argentina tetap favorit, tetapi ia juga melihat peluang. Menurutnya, perjuangan berat Argentina di babak sebelumnya menunjukkan bahwa sang juara bertahan masih memiliki celah yang bisa dimanfaatkan.

Pertandingan ini mengingatkan publik pada babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Brasil.

Saat itu, Argentina baru mampu menundukkan Swiss melalui gol Ángel Di María pada masa perpanjangan waktu setelah laga berlangsung sangat ketat.

Secara gaya bermain, pertandingan bakal berlangsung menarik.

Argentina cenderung menguasai bola dan membangun serangan melalui kombinasi umpan pendek serta kreativitas lini tengah.

Sebaliknya, Swiss dikenal sangat disiplin dalam bertahan, sabar menunggu kesalahan lawan, lalu melancarkan serangan balik yang cepat dan terorganisasi.

Jika Swiss mampu memaksa pertandingan berlangsung ketat hingga menit-menit akhir, tekanan justru akan beralih kepada Argentina yang memikul status juara bertahan.

Harapan Yuliardi dan Evie

Laga ini juga menarik perhatian di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Dalam penelusuran Nomics sebelumnya, Kepala Biro Umum Setdaprov Lampung Muhammad Yuliardi dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Evie Fatmawaty sama-sama menjadikan Argentina sebagai tim favorit.

Bagi keduanya, kemenangan La Albiceleste akan menjaga asa melihat tim pujaan kembali mengangkat trofi dunia. Bahkan bagi Evie, laga ini adalah pertaruhan “harga diri” karena Argentina dan Messi adalah idola keluarga.

Di atas kertas, Argentina tetap lebih diunggulkan.

Pengalaman bermain di pertandingan besar, kualitas individu, serta mental juara menjadi modal penting bagi skuad Lionel Scaloni.

Namun Swiss telah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim pelengkap. Organisasi permainan yang disiplin membuat mereka berpotensi menyulitkan siapa pun.

Prediksi skor: Argentina 2-1 Swiss.

La Albiceleste diperkirakan melangkah ke semifinal, tetapi harus bekerja keras menghadapi perlawanan salah satu tim paling terorganisasi di turnamen ini.*****

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *