Luas Tanam Padi Lampung Naik 6,1 Persen, Produksi Diproyeksi Menguat pada 2026

BANDARLAMPUNG — Kinerja sektor pertanian Lampung menunjukkan tren positif pada musim tanam (MT) I 2025/2026. Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, realisasi tanam padi mencapai 449.068 hektare, meningkat 25.972 hektare atau 6,14 persen dibandingkan periode yang sama musim tanam 2024/2025 yang tercatat 423.096 hektare.

Peningkatan luas tanam tersebut menjadi sinyal kuat membaiknya aktivitas produksi pangan di Lampung dan berpotensi menopang ketersediaan beras daerah sepanjang 2026.

Data perbandingan realisasi tanam menunjukkan kenaikan terbesar terjadi di Lampung Utara yang melonjak dari 18.976 hektare menjadi 35.923 hektare, atau bertambah 16.947 hektare. Kenaikan signifikan juga terjadi di Tulang Bawang yang meningkat 10.028 hektare, serta Pesawaran yang bertambah 7.151 hektare.

Kontributor utama luas tanam tetap berasal dari sentra produksi padi terbesar, yakni Lampung Tengah dengan realisasi tanam mencapai 111.579 hektare, disusul Lampung Timur sebesar 66.634 hektare, Tulang Bawang sebesar 50.630 hektare, dan Lampung Selatan sebesar 49.699 hektare.

Meski demikian, tidak semua daerah mengalami peningkatan. Lampung Tengah justru mencatat penurunan luas tanam sebesar 1.696 hektare, sementara Pringsewu turun 742 hektare, Lampung Barat berkurang 533 hektare, dan Tanggamus turun 98 hektare dibandingkan musim tanam sebelumnya.

Secara persentase, lonjakan tertinggi terjadi di Lampung Utara dengan realisasi mencapai 189,3 persen dibandingkan musim tanam sebelumnya. Kenaikan juga terlihat di Pesawaran yang mencapai 145,5 persen, Tulang Bawang Barat 130,9 persen, dan Tulang Bawang 124,7 persen.

Panen Mulai Menguat

Sementara itu, data realisasi Januari–April 2026 menunjukkan aktivitas tanam dan panen masih terkonsentrasi di sejumlah sentra pangan utama.

Selama empat bulan pertama 2026, luas tanam mencapai 245.805 hektare. Kabupaten dengan realisasi tanam terbesar adalah:

  • Lampung Tengah: 59.624 hektare
  • Lampung Timur: 39.373 hektare
  • Pringsewu: 28.238 hektare
  • Lampung Selatan: 24.220 hektare
  • Tulang Bawang: 22.399 hektare

Pada periode yang sama, realisasi panen mencapai 287.517 hektare, lebih tinggi dibandingkan luas tanam Januari–April. Kondisi ini menunjukkan sebagian panen berasal dari tanaman yang ditanam pada akhir 2025.

Lampung Tengah kembali menjadi daerah dengan panen terbesar mencapai 68.298 hektare, disusul Mesuji sebesar 43.930 hektare, Tulang Bawang Barat sebesar 38.893 hektare, dan Lampung Timur sebesar 36.827 hektare.

Menariknya, beberapa daerah menunjukkan panen jauh lebih besar dibandingkan luas tanam periode Januari–April 2026. Hal ini mengindikasikan bahwa tanaman yang dipanen merupakan akumulasi dari musim tanam sebelumnya yang memasuki masa panen pada awal tahun.

Sinyal Positif Ketahanan Pangan

Peningkatan luas tanam MT I 2025/2026 menjadi kabar baik bagi ketahanan pangan Lampung. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, kenaikan aktivitas tanam memberi peluang peningkatan produksi gabah dan beras pada tahun ini.

Jika tren cuaca dan ketersediaan air tetap mendukung hingga musim panen berikutnya, Lampung berpotensi mempertahankan bahkan meningkatkan kontribusinya terhadap pasokan pangan nasional.(iwa)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *