Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai guru TK memiliki peran semakin strategis di era digital. Selain mengajar, guru menjadi benteng karakter anak di tengah derasnya arus informasi dari internet dan gawai.
BANDARLAMPUNG — Di tengah semakin akrabnya anak-anak dengan gawai dan internet sejak usia dini, peran guru taman kanak-kanak (TK) dinilai semakin strategis. Mereka tidak lagi hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga menjadi penjaga karakter sekaligus penuntun anak dalam menyaring informasi yang datang dari dunia digital.
Pesan itu disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 IGTKI-PGRI Provinsi Lampung di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, Kamis (18/6/2026).
Menurut Mirza, tantangan pendidikan anak usia dini saat ini jauh berbeda dibandingkan satu atau dua dekade lalu. Jika dahulu guru menjadi sumber utama pengetahuan bagi anak, kini informasi datang dari berbagai arah melalui telepon pintar, media sosial, video digital, dan internet.
Kondisi tersebut membuat peran guru TK semakin penting karena tidak semua informasi yang diterima anak sesuai dengan nilai-nilai yang mendukung tumbuh kembang mereka.
“Fungsi guru TK hari ini bukan hanya mengajarkan hal-hal baru, tetapi juga meluruskan berbagai informasi yang diterima anak-anak dari layar digital. Tidak semua yang mereka lihat dan ketahui dari internet sesuai dengan nilai-nilai yang baik untuk perkembangan mereka,” ujar Mirza.
Menurutnya, kemampuan yang menjadi fondasi keberhasilan seseorang di masa depan, seperti keberanian, empati, kesabaran, disiplin, kemampuan berkomunikasi, dan rasa percaya diri, tidak dapat dibentuk oleh teknologi semata.
Nilai-nilai tersebut tumbuh melalui interaksi langsung antara guru dan peserta didik yang berlangsung setiap hari di ruang kelas.
Karena itu, Mirza menilai guru TK merupakan salah satu profesi paling strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Guru TK adalah pendidik pertama dalam kehidupan seorang anak di luar lingkungan keluarga. Mereka mengenalkan nilai-nilai dasar kehidupan, membangun karakter, dan memberikan pengalaman belajar yang membekas hingga dewasa,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kualitas pendidikan pada jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi sangat dipengaruhi fondasi yang dibangun pada masa anak usia dini. Karena itu, peningkatan kompetensi guru TK, terutama kemampuan komunikasi dan penguatan karakter, menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza mengatakan guru TK memiliki peran besar dalam membentuk karakter, kreativitas, serta kepercayaan diri anak-anak.
Menurutnya, tugas guru TK jauh melampaui kemampuan akademik dasar. Mereka juga menanamkan nilai akhlak, kemandirian, gotong royong, kedisiplinan, dan cinta tanah air sejak usia dini.
“Guru TK mendidik dengan hati. Mereka mengajar anak-anak seperti mendidik anak sendiri dengan penuh kasih sayang,” ujarnya.
Purnama juga mengapresiasi dedikasi para guru TK di Lampung yang tetap aktif mengajar meski telah memasuki usia lanjut. Semangat pengabdian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini tidak sekadar profesi, tetapi juga panggilan pengabdian.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Pusat IGTKI-PGRI Eka Putri Handayani menegaskan bahwa pendidikan taman kanak-kanak merupakan fondasi penting dalam mendukung program wajib belajar 13 tahun yang saat ini menjadi fokus pembangunan pendidikan nasional.
Namun menurutnya, kualitas pendidikan anak usia dini tidak dapat dilepaskan dari kesejahteraan guru. Karena itu, IGTKI-PGRI terus mendorong peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru TK agar layanan pendidikan yang diberikan kepada anak-anak semakin berkualitas.
“Guru yang sejahtera akan lebih fokus, kreatif, dan optimal dalam mendidik generasi bangsa,” kata Eka.
Di tengah percepatan perkembangan teknologi, peringatan HUT ke-76 IGTKI-PGRI menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dimulai di bangku kuliah atau sekolah menengah, melainkan sejak anak pertama kali belajar mengenal dunia di ruang kelas taman kanak-kanak. Dan di ruang itulah, guru TK menjadi garda terdepan pembentuk karakter generasi masa depan.(IWA)
