Presiden Prabowo Subianto meresmikan Inpres Jalan Daerah 2025 yang mencakup 1.151 km jalan di 37 provinsi. Lampung mendapat 15 ruas jalan dengan total 51,1 km.
BANDARLAMPUNG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan pelaksanaan hasil pembangunan Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun 2025 yang dilaksanakan serentak di 37 provinsi di Indonesia. Peresmian dipusatkan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dan diikuti secara daring oleh seluruh daerah, termasuk Provinsi Lampung dari Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Selasa (23/6/2026).
Agenda nasional tersebut menjadi penanda tuntasnya pembangunan dan peningkatan konektivitas jalan daerah sebagai bagian dari strategi pemerintah memperkuat infrastruktur dasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.
Di Provinsi Lampung, sebanyak 7 ruas jalan telah diresmikan dengan total panjang penanganan 19,48 kilometer, meliputi ruas Sp. Korpri–Purwotani 1, Sp. Korpri–Purwotani 2, Pekurun Udik–Talang, Sekincau–Waspada, Sedayu–Tugu Papak, Raman Aji–Kota Raman, serta ruas Jalan Teuku Cik Ditiro di Kota Bandar Lampung.
Secara keseluruhan, Lampung menjadi salah satu provinsi dengan capaian signifikan dalam program ini, dengan total 15 ruas jalan yang ditangani sepanjang 51,1 kilometer pada tahun 2025.
Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer secara nasional merupakan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat hingga ke tingkat desa.
Ia menyebut, keberadaan jalan yang baik memiliki dampak langsung terhadap kelancaran distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, serta produk UMKM dari daerah produksi menuju pasar dan pusat distribusi.
“Jalan yang baik merupakan bagian dari strategi ketahanan nasional. Swasembada pangan, energi, dan air membutuhkan sistem distribusi yang lancar agar hasil produksi dapat menjangkau masyarakat secara efektif,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden juga menegaskan bahwa tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses infrastruktur. Pemerintah, kata dia, akan terus memperluas pembangunan hingga menjangkau wilayah terpencil dan desa-desa di seluruh Indonesia.
Ia menambahkan, pembangunan jalan daerah menjadi bagian penting dalam menekan biaya logistik nasional serta memperkuat konektivitas antarwilayah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang merata.
Melalui program ini, pemerintah berharap hasil pembangunan infrastruktur dapat langsung dirasakan masyarakat, khususnya dalam memperlancar aktivitas ekonomi, distribusi barang, serta akses menuju layanan dasar di berbagai daerah.
Peresmian Inpres Jalan Daerah 2025 ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional jangka panjang.(IWA)
