Saat Sungai Menyusut, Petani Pesawaran Diselamatkan Pompa Air Kementan

Kisah di Pesawaran ini menjadi potret kecil dari upaya besar, bagaimana sinergi antara pemerintah pusat, penyuluh, dan kelompok tani mampu menjaga asa panen tetap hidup, bahkan ketika langit enggan menurunkan hujan.

BANDARLAMPUNG – Musim kemarau tahun ini benar-benar menguji ketahanan petani di Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Selama sebulan penuh, hujan enggan turun. Debit air di saluran irigasi perlahan menyusut, membuat hamparan sawah yang baru memasuki fase awal tanam terancam kekeringan.

Namun sebelum krisis itu meluas, Kementerian Pertanian (Kementan) sudah bergerak. Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) turun tangan bersama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Gedong Tataan, memetakan wilayah terdampak dan menyalurkan bantuan pompa air. Sebagai solusi yang lebih permanen, pembangunan dam parit pun mulai direncanakan untuk memperkuat cadangan air di kawasan itu ke depannya.

Bagi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, langkah seperti ini bukan sekadar respons darurat, melainkan strategi yang terus digalakkan di berbagai daerah. Menurutnya, pompanisasi adalah jawaban paling realistis ketika hujan tak lagi bisa diandalkan. Air sungai harus dipaksa mengalir ke sawah, dan itu, katanya, satu-satunya cara menghindarkan negara dari ancaman krisis pangan.

Di lapangan, Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Gedong Tataan, Sholeh, menyaksikan langsung bagaimana ketiadaan hujan selama sebulan mengubah wajah persawahan. Debit air yang terus menurun, katanya, adalah sinyal bahaya yang tidak bisa dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan cepat.

Kabar baik itu pun sampai ke telinga para petani. Khusnun, anggota Kelompok Tani Negeri Kampai yang menggarap sekitar satu hektare sawah, mengaku lega. Tanaman padinya yang masih muda nyaris terancam layu sebelum bantuan pompa datang. Kini, air kembali mengalir deras ke petak sawahnya. Dan ia tak sabar menanti dam parit yang dijanjikan, sebuah solusi yang ia yakini akan membebaskan desanya dari siklus kekeringan yang berulang setiap tahun.

“Alhamdulillah, pemerintah cepat tanggap,” ucapnya penuh syukur, seraya berharap perhatian semacam ini terus berlanjut.*****

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *