Mirza: Pertumbuhan Bandar Lampung Harus Dirasakan Seluruh Warga

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pertumbuhan Bandar Lampung harus bersifat inklusif sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat pada HUT ke-344 Kota Bandar Lampung.

BANDARLAMPUNG — Memasuki usia ke-344 tahun, Kota Bandar Lampung tidak hanya dituntut tumbuh lebih besar, tetapi juga memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan sebagai pusat ekonomi, pendidikan, dan jasa di Provinsi Lampung, tantangan terbesar kota ini adalah menghadirkan pertumbuhan yang inklusif dan berkualitas.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Bandar Lampung dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung, Rabu (17/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Mirza mengucapkan selamat kepada seluruh masyarakat Bandar Lampung sekaligus mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai kota yang menjadi etalase Provinsi Lampung tersebut.

Menurutnya, Bandar Lampung telah berkembang menjadi kota yang semakin dinamis dengan aktivitas ekonomi yang bergerak hampir tanpa henti. Sebagai ibu kota provinsi, Bandar Lampung kini menjadi pusat pendidikan, perdagangan, jasa, pemerintahan, dan berbagai aktivitas ekonomi yang menopang pertumbuhan daerah.

“Bandar Lampung terus tumbuh sebagai kota yang maju, nyaman dihuni, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Mirza.

Namun di balik pertumbuhan tersebut, ia mengingatkan adanya berbagai tantangan yang harus diantisipasi sejak dini. Meningkatnya mobilitas masyarakat, kebutuhan layanan publik yang semakin besar, serta tuntutan terhadap kualitas lingkungan perkotaan menjadi konsekuensi yang tidak dapat dihindari dari perkembangan sebuah kota.

Karena itu, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata. Yang lebih penting adalah bagaimana pembangunan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kebutuhan terhadap transportasi yang baik, ruang publik yang memadai, dan lingkungan yang nyaman semakin meningkat. Karena itu pembangunan harus dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat hari ini sekaligus mempersiapkan masa depan,” katanya.

Mirza menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak diukur dari banyaknya proyek yang dibangun atau besarnya anggaran yang dibelanjakan. Ukuran sesungguhnya adalah sejauh mana masyarakat merasakan manfaat pembangunan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, warga harus semakin mudah mengakses pendidikan, layanan kesehatan, transportasi, ruang publik, serta berbagai peluang ekonomi yang tersedia.

“Pembangunan harus menghadirkan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat harus merasakan manfaatnya secara langsung,” tegasnya.

Selain pembangunan fisik, Mirza menilai keberagaman yang dimiliki Bandar Lampung merupakan modal sosial yang sangat berharga. Sebagai kota yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan profesi, Bandar Lampung memiliki kekuatan besar untuk terus berkembang melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.

Ia mengingatkan bahwa kota yang dicintai warganya bukan hanya kota yang memiliki gedung-gedung tinggi atau infrastruktur modern, tetapi juga kota yang mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan saling menghargai.

“Sebab pada akhirnya yang membuat sebuah kota dicintai oleh warganya bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga suasana yang membuat masyarakat merasa nyaman, aman, dan dihargai,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Mirza juga memberikan perhatian khusus terhadap peran generasi muda yang dinilainya menjadi salah satu kekuatan utama Bandar Lampung saat ini.

Ia melihat semakin banyak anak muda yang memilih membangun usaha kreatif, memanfaatkan teknologi digital, serta menciptakan peluang ekonomi baru di daerahnya sendiri. Fenomena tersebut menjadi modal penting bagi masa depan kota.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan Bandar Lampung tetap menjadi ruang yang mendukung lahirnya inovasi, kreativitas, dan ide-ide baru yang dapat memperkuat daya saing daerah.

Di momentum HUT ke-344 ini, Mirza mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, hingga masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang dicapai Bandar Lampung harus bersifat inklusif sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh warga tanpa terkecuali.

“Seluruh sektor pembangunan harus bergerak bersama. Pertumbuhan ekonomi yang dicapai juga harus bersifat inklusif sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Di usia yang ke-344 tahun, Bandar Lampung tidak lagi hanya berbicara tentang bagaimana tumbuh sebagai kota besar. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap kemajuan yang dicapai benar-benar meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi seluruh warganya.

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *