Dari Aset yang Lama Terlupakan Menuju Harapan Baru Lampung (1)

Transformasi RS Bandar Negara Husada, Taruhan Besar Mengakhiri Ketergantungan Berobat ke Luar Daerah

@Iwa Perkasa

Ketika seorang pasien asal Lampung harus menjalani operasi jantung di Jakarta, terapi kanker di Palembang, atau pemeriksaan lanjutan di rumah sakit luar provinsi, yang berpindah bukan hanya pasien. Bersamanya ikut mengalir biaya pengobatan, ongkos perjalanan, penginapan keluarga, waktu, tenaga, bahkan perputaran ekonomi yang semestinya dapat tumbuh di daerah sendiri.

Fenomena itu bukan cerita baru. Selama bertahun-tahun, masyarakat Lampung masih menganggap rumah sakit di luar daerah sebagai tujuan utama ketika menghadapi penyakit yang membutuhkan penanganan lebih kompleks. Sebagian memang mengikuti sistem rujukan berjenjang, tetapi tidak sedikit pula yang memilih berobat ke luar provinsi atas pertimbangan kelengkapan fasilitas, ketersediaan dokter spesialis, maupun tingkat kepercayaan terhadap layanan kesehatan.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung mulai mengarahkan perhatian pada satu aset strategis yang selama ini belum berkembang optimal, yakni Rumah Sakit Bandar Negara Husada (RSBNH) di kawasan Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan.

Bagi pemerintah daerah, pengembangan rumah sakit ini bukan lagi sekadar proyek pembangunan gedung atau penambahan ruang perawatan. Yang sedang dipersiapkan jauh lebih besar, yakni membangun pusat layanan kesehatan modern yang mampu memperkuat sistem rujukan di dalam provinsi, meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit di luar daerah.

Langkah tersebut mengemuka dalam rapat pembahasan pengembangan RS Bandar Negara Husada yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan. Namun, lebih dari sekadar agenda birokrasi, pertemuan itu menjadi titik awal penyusunan arah baru pengembangan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Lampung agar mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.

Perubahan cara pandang itulah yang menjadi pembeda.

Jika selama ini pembahasan rumah sakit identik dengan kebutuhan operasional atau pembangunan fisik, kini Pemerintah Provinsi Lampung mulai berbicara mengenai transformasi jangka panjang. Rumah sakit tidak lagi diposisikan semata sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi sebagai aset strategis yang dapat memperkuat kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Rumah Sakit Bukan Lagi Sekadar Tempat Berobat

Di era pelayanan kesehatan modern, ukuran keberhasilan rumah sakit telah berubah.

Masyarakat tidak lagi menilai kualitas rumah sakit dari megahnya bangunan atau banyaknya tempat tidur. Yang menjadi pertimbangan adalah apakah rumah sakit memiliki dokter spesialis dan subspesialis yang lengkap, peralatan medis yang modern, pelayanan yang cepat, sistem digital yang terintegrasi, hingga kepastian memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.

Karena itu, pengembangan RS Bandar Negara Husada diarahkan menjadi transformasi menyeluruh.

Rumah sakit ini diproyeksikan berkembang melalui penyusunan master plan jangka panjang yang mencakup penguatan layanan unggulan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan teknologi kesehatan, digitalisasi pelayanan, hingga pembenahan tata kelola agar mampu memberikan pelayanan yang semakin profesional.

Bagi Pemerintah Provinsi Lampung, transformasi tersebut menjadi langkah penting agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan memperoleh pelayanan kesehatan berkualitas tanpa harus selalu mencari rumah sakit di luar daerah.

Keberadaan RS Bandar Negara Husada juga memiliki posisi yang sangat strategis. Rumah sakit ini berada di kawasan Kota Baru yang sejak awal dirancang sebagai pusat pemerintahan Provinsi Lampung. Karena itu, keberhasilannya bukan hanya akan memperkuat layanan kesehatan, tetapi juga menjadi salah satu penopang perkembangan kawasan tersebut.

Namun pemerintah menyadari, membangun rumah sakit modern tidak dapat dilakukan secara instan.

Pengadaan alat kesehatan berteknologi tinggi, pembangunan fasilitas pelayanan spesialis, penyediaan dokter subspesialis, hingga pengembangan sistem digital membutuhkan investasi yang besar serta perencanaan yang matang.

Di sinilah transformasi RS Bandar Negara Husada mulai memasuki babak baru.*****

PROPOSAL INVESTASI KLIK DI SINI : https://drive.google.com/file/d/1NrJezw-x2_oGxWcN4JlhU9i3caVd1rl-/view?usp=sharing

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *