BANDAR LAMPUNG – Di balik kesibukannya mengawal roda pemerintahan Provinsi Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan ternyata memiliki hobi yang mungkin belum banyak diketahui publik: gila bola.
Kecintaannya terhadap sepak bola bukan sekadar mengikuti hasil pertandingan. Marindo mengaku sudah lama menjadi penikmat sepak bola dan hampir tak pernah melewatkan pertandingan-pertandingan besar.
“Dari dulu, bahkan tiap weekend saya menghabiskan malam untuk nonton bola,” ujar Marindo kepada Nomics.ID, Minggu (19/7/2026).
Pengakuan itu menjelaskan mengapa Marindo begitu antusias mengikuti perjalanan Piala Dunia 2026. Sering kali, saat subuh Marindo menghubungi Nomics hanya sekadar membahas laga yang kami nonton.
Setelah tim favorit sebelumnya, Inggris tersingkir di babak semifinal, dukungannya kini beralih kepada Timnas Spanyol yang akan menghadapi Argentina pada partai puncak.
Namun, pilihan tersebut bukan sekadar karena faktor emosional. Marindo menilai Spanyol memang menjadi tim paling layak mengangkat trofi berdasarkan performa sepanjang turnamen.
Menurut Marindo, salah satu kekuatan terbesar Spanyol adalah solidnya lini belakang.
“Hingga final, Spanyol hanya kebobolan satu gol. Itu menunjukkan organisasi pertahanan mereka sangat solid dan disiplin,” katanya.
Pertahanan yang kokoh menjadi fondasi permainan Spanyol. Disiplin menjaga bentuk permainan membuat lawan sangat sulit menciptakan peluang bersih.
Marindo juga menilai Spanyol merupakan tim dengan performa paling stabil dibanding peserta lain.
Ia mencatat perjalanan La Roja menuju final diwarnai kemenangan-kemenangan meyakinkan atas lawan berat.
“Spanyol tampil sangat dominan sejak fase gugur. Mereka menyingkirkan Austria 3-0, Portugal 1-0, Belgia 2-1, hingga Prancis 2-0 tanpa pernah kehilangan identitas permainan.”
Baginya, konsistensi tersebut menjadi indikator penting bahwa Spanyol datang ke final dengan kepercayaan diri tinggi.
Alasan lain yang membuat Marindo optimistis adalah gaya bermain khas Spanyol yang mengandalkan penguasaan bola.
Menurutnya, tim besutan Luis de la Fuente mampu mengontrol tempo pertandingan melalui kombinasi umpan pendek, pressing tinggi, dan dominasi lini tengah.
Strategi itu diyakini dapat membatasi ruang bagi Argentina, terutama dalam membangun serangan balik yang selama ini menjadi salah satu senjata utama Albiceleste.
Berbeda dengan tim yang bergantung pada satu atau dua bintang, Marindo melihat Spanyol memiliki kedalaman skuad yang lebih merata.
“Ancaman datang dari berbagai lini, mulai dari Lamine Yamal, Rodri, Dani Olmo, Fabián Ruiz, hingga lini belakang yang sangat disiplin,” ujarnya.
Menurutnya, kekuatan kolektif seperti inilah yang sering menjadi pembeda dalam pertandingan final.
Nobar Bersama Warga Lampung
Antusiasme Marindo terhadap sepak bola juga diwujudkan melalui ajakan kepada masyarakat untuk menyaksikan final Piala Dunia 2026 secara bersama-sama.
Pemerintah Provinsi Lampung berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia yang rencananya dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Jihan Nurlela, jajaran Forkopimda, serta ASN di lingkungan Pemprov Lampung dan Pemkot Bandar Lampung di Tugu Adipura, Minggu malam ini.
Meski mengakui Argentina memiliki kualitas individu yang luar biasa, Marindo menilai Spanyol memiliki peluang lebih besar untuk menjadi juara karena datang dengan modal permainan yang lebih utuh, organisasi tim yang rapi, dan konsistensi yang terjaga sepanjang turnamen.
“Final selalu sulit diprediksi. Tapi kalau melihat performa selama Piala Dunia ini, saya memilih Spanyol,” tutupnya.(iwa)
