Bandarlampung Dikepung Banjir di 37 Titik, Alarm Keras Kegagalan Tata Kota

BANDARLAMPUNG — Hujan deras yang mengguyur Kota Bandarlampung pada Jumat (6/03/2026) memicu banjir di sedikitnya 37 titik yang tersebar di berbagai kecamatan. Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi rapuhnya tata kelola kota, terutama sistem drainase yang tak lagi mampu menampung limpasan air di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan permukiman.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat genangan air muncul hampir di seluruh penjuru kota, mulai dari Sukarame, Rajabasa, Way Halim, Sukabumi, Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Pusat, Enggal hingga Kedamaian.

Sekretaris BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan laporan sementara menunjukkan sedikitnya 37 lokasi terdampak banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi tersebut.

“Data sementara terdapat sekitar 37 titik kejadian banjir dampak cuaca ekstrem di wilayah Kota Bandarlampung,” kata Wahyu.

Beberapa titik yang dilaporkan tergenang antara lain Jalan Pulau Singkep RT 10 Lingkungan II Kampung Karang Sari, Kelurahan Sukarame Baru, Kecamatan Sukarame. Genangan juga terjadi di Jalan Pangeran Senopati di Kelurahan Korpri Jaya serta Jalan Taurus di Kelurahan Rajabasa Nunyai.

Banjir turut merendam kawasan permukiman seperti Perumahan Rupi RT 11 Lingkungan II Kelurahan Sukabumi serta wilayah Sukajawa di Kecamatan Tanjungkarang Barat.

Di Kecamatan Way Halim, genangan dilaporkan terjadi di sejumlah ruas jalan seperti Jalan Pulau Morotai Kelurahan Jagabaya III, Jalan Panorama Jagabaya III, serta beberapa titik di Jalan Kimaja dan Jalan Pulau Buru.

Selain itu, banjir juga tercatat di Gang Famili Kecamatan Labuhan Ratu, Jalan Hayam Wuruk Kelurahan Sawah Lama Kecamatan Tanjungkarang Timur, serta Jalan Ratu Dibalau di Kecamatan Tanjung Senang.

Tidak hanya banjir, hujan disertai angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di Jalan Wahidin, Kelurahan Gotong Royong, Kecamatan Tanjungkarang Pusat.

Menurut Wahyu, sebagian besar genangan kini telah surut setelah hujan mereda. Meski demikian, petugas BPBD masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah lokasi rawan.

“Sebagian lokasi sudah surut, namun petugas masih melakukan pemantauan serta penanganan di beberapa titik yang terdampak,” ujarnya.

BPBD juga menyalurkan air bersih kepada warga di Perumahan Griya Elok, Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, untuk membantu kebutuhan masyarakat yang terdampak.

Meski hujan menjadi pemicu langsung, kejadian banjir yang muncul serentak di puluhan titik kembali menyoroti persoalan struktural dalam pengelolaan drainase dan tata ruang kota. Penyempitan saluran air, sedimentasi, hingga ekspansi permukiman yang tidak diimbangi infrastruktur pengendali air membuat banyak wilayah kota rentan tergenang setiap kali hujan berintensitas tinggi.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada karena curah hujan di wilayah Bandarlampung masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan, sehingga kemungkinan banjir susulan masih terbuka.(iwa)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *