Provinsi Lampung dipastikan akan memperoleh dua program strategis pertanian dari pemerintah pusat, yakni bantuan benih jagung gratis dan program pompanisasi sawah untuk menjaga produksi pangan.
Kepala Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni mengatakan kedua program tersebut menjadi peluang besar bagi Lampung untuk memperkuat produksi jagung sekaligus menjaga produktivitas padi, terutama menghadapi musim kemarau.
Program benih jagung gratis sendiri merupakan bagian dari strategi pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk mempercepat peningkatan produksi jagung nasional. Pemerintah menyiapkan bantuan benih untuk sekitar 1 juta hektare lahan dari total sekitar 2,5 juta hektare lahan jagung nasional.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebelumnya menjelaskan bahwa peningkatan produksi jagung tidak bisa dilepaskan dari empat faktor utama dalam pertanian, yakni benih unggul, ketersediaan air atau irigasi, pupuk yang cukup, serta jaminan harga panen bagi petani.
Selain program benih, pemerintah juga menggulirkan program pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air di lahan sawah. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut program ini menargetkan sekitar 2,2 juta hektare lahan sawah di berbagai daerah agar tetap produktif saat pasokan air berkurang.
Bagi Lampung, dua program tersebut dinilai sangat relevan karena provinsi ini merupakan salah satu sentra produksi jagung dan padi di Sumatera.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan luas panen jagung di Lampung pada 2025 mencapai sekitar 194,49 ribu hektare dengan produksi sekitar 1,26 juta ton jagung pipilan kering. Angka tersebut meningkat sekitar 13,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa Lampung masih menjadi salah satu wilayah penting dalam produksi jagung nasional.
Wilayah pengembangan jagung di provinsi ini tersebar di sejumlah daerah seperti Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Tengah, dan Kabupaten Tulang Bawang.
Selain jagung, sektor persawahan di wilayah tersebut juga berpotensi mendapat manfaat dari program pompanisasi. Sebagian lahan sawah di Lampung masih bergantung pada curah hujan atau jaringan irigasi yang belum sepenuhnya stabil.
Dengan dukungan pompa air, lahan yang sebelumnya rawan kekeringan saat kemarau dapat tetap ditanami padi sehingga risiko gagal panen dapat ditekan.
Menurut Elvira, jika kedua program ini dimanfaatkan secara optimal, Lampung tidak hanya dapat meningkatkan produksi jagung dan padi, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sumatera.(iwa)
