Prosa: Kusahuri untuk Kuimsaki

Aku menaruh fajar di telapak tanganmu,
menahan sinarnya agar tak meneguknya sendiri.
Cahaya yang hangat dan gemilang itu,
adalah bagian dari hatiku yang rela tak memiliki,
seperti cinta yang hadir untuk memberi,
bukan untuk menuntut atau mengekang.

Kau genggamnya dengan lembut,
dan aku menatap, belajar dari kesunyian tanganmu.
Setiap berkas sinar menari di kulitmu,
memantul ke udara, ke awan, ke langit yang memerah,
dan aku tersenyum diam,
menyadari bahwa keindahan terkadang lahir dari penahanan.

Aku membiarkan fajar itu mengalir di antara jari-jari kita,
tanpa ragu, tanpa cemburu,
dan kuingatkan pada diriku sendiri:
cinta sejati bukan soal memiliki,
tetapi tentang menyalakan cahaya bagi yang kita cintai,
menjadi penopang yang tak terlihat,
penjaga yang tak menuntut kembali.

Dalam sunyi, aku melihatnya menembus kabut pagi,
membasuh bumi dengan hangatnya,
mengukir senyum di wajah yang belum pernah tahu kedamaian,
dan aku ingin agar sinar itu,
tidak hanya memantul padamu,
tetapi menuntunmu di lorong-lorong gelap,
menjadi teman di saat sepi,
menjadi pelita saat badai datang.

Aku belajar mencintai dengan jarak,
menyadari bahwa bahkan ketika aku menahan,
ada kekuatan dalam memberi tanpa menuntut.
Aku ingin fajar ini tetap hidup di tanganmu,
menembus bayang-bayang,
menyentuh langkah-langkahmu,
dan meski aku hanya diam di pinggir waktu,
aku percaya—cahaya ini akan menemanimu,
menghangatimu,
membimbingmu dalam gelap,
dan menjadi saksi bahwa cinta kadang adalah pengorbanan yang sunyi,
tetapi tak pernah hilang.

Aku berharap—dengan jiwa yang tak lelah menahan,
bahwa bahkan sinarnya, yang kuberikan dengan penuh kerendahan,
akan terus menerangimu.
Bahwa fajar ini, yang lahir dari hati yang tak ingin memilikinya,
akan menembus setiap malammu,
menjadi cahaya yang tetap setia,
mengiringi langkahmu, menghangatkan hari-harimu,
dan mengingatkanmu bahwa di dunia ini,
ada cinta yang hadir hanya untuk memberimu terang—
tanpa pernah menuntut kembalinya.(ip)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *