TPK Anjlok, 30 Ribu Tamu “Hilang”: Pariwisata Lampung Masuk Zona Lemah

Bandar Lampung – Februari 2026 menjadi bulan pukulan bagi perhotelan Lampung. Okupansi hotel berbintang turun ke 35,89 persen, sementara hampir 30 ribu tamu menghilang dalam sebulan. Ini sinyal kuat permintaan yang melemah tajam.

Dalam satu bulan itu kinerja hotel Lampung tertekan di semua lini. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik,  Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang turun 6,34 poin dari 42,23 persen menjadi 35,89 persen. Secara tahunan pun masih melemah.

Jumlah tamu lebih drastis lagi. Dari 110.557 orang pada Januari, tersisa 80.573 orang di Februari atau turun 27,12 persen.

Segmen hotel bintang 4–5 terpukul paling dalam, kehilangan sepertiga tamunya.

Hotel non-bintang ikut turun, menegaskan bahwa pelemahan terjadi di seluruh pasar, bukan hanya segmen tertentu.

Di saat yang sama, rata-rata lama menginap turun ke 1,25 hari. Artinya, bukan hanya tamu berkurang, yang datang pun belanja lebih sedikit.

Ini bukan sekadar low season. Pemburukan ini menegaskan tiga sinyal kunci sekaligus

Pertama, volume jatuh menegaskan permintaan melemah nyata.

Kedua, okupansi turun, menegaskan kapasitas tidak terserap.

Ketiga, durasi pendek, menegaskan konsumsi makin hemat.

Pemburukan menjadi sangat memukul lantaran 99 persen pasar adalah domestik. Saat daya beli dalam negeri melemah, industri langsung terpukul tanpa bantalan wisatawan asing.(Iwa)

 

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *