Pagi itu, arus kendaraan di pesisir selalu bercerita sama: padat, merayap, dan kadang melelahkan. Di jalur menuju pantai-pantai unggulan Lampung, perjalanan sering lebih lama dari tujuan itu sendiri.
Itulah yang ingin diubah. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Wagub Jihan Nurlela meninjau rencana pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata hingga Lempasing–Padang Cermin—urat nadi wisata pesisir yang selama ini terlalu sempit untuk menampung lonjakan kendaraan, terutama saat akhir pekan.
Proyek sepanjang 5,8 kilometer ini akan mengubah wajah jalan: dari sekitar 5 meter menjadi 14 meter, lengkap dengan rigid pavement, drainase, dan perlengkapan keselamatan. Anggaran Rp96,3 miliar disiapkan, termasuk pembebasan sekitar 110 bidang lahan yang kini hampir rampung.
Lebih dari sekadar proyek jalan, ini adalah upaya membuka pintu ekonomi. Selama ini, kemacetan panjang bukan hanya mengganggu wisatawan, tetapi juga menahan laju usaha warga—dari warung kecil hingga distribusi hasil laut. Dengan akses yang lebih lapang, pergerakan orang dan barang diharapkan ikut melaju.
Volume kendaraan yang mencapai sekitar 7.500 unit saat akhir pekan menjadi penanda: kawasan ini hidup, tapi belum sepenuhnya didukung infrastruktur. Pelebaran jalan menjadi jawaban agar potensi itu tidak lagi tertahan di kemacetan.
Jika rampung, jalur ini tak hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga memperbesar peluang. Wisata pesisir Lampung akan lebih mudah dijangkau, usaha lokal lebih cepat berkembang, dan konektivitas antarkawasan semakin kuat—mengubah perjalanan yang dulu melelahkan menjadi pintu masuk pertumbuhan baru.
Tag SEO: jalan wisata Lampung, pelebaran RE Martadinata, akses Teluk Kiluan
