Brasil tersingkir secara dramatis dari Piala Dunia 2026 usai kalah 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar. Erling Haaland mencetak dua gol penentu yang mengakhiri mimpi Selecao meraih gelar dunia keenam.
@Iwa Perkasa
Tak ada yang menyangka Senin (06/07/2026) dinihari tadi menjadi salah satu bab paling kelam dalam sejarah sepak bola Brasil.
Negara lima kali juara dunia itu pulang lebih cepat. Brasil tumbang di hadapan puluhan ribu penonton di New York New Jersey Stadium, Kekalahan itu mengakhiri mimpi Selecao mengejar gelar dunia keenam sekaligus melahirkan salah satu kejutan terbesar turnamen.
Selama hampir 80 menit, pertandingan berjalan seperti adu kesabaran.
Brasil menguasai bola, membangun serangan demi serangan, tetapi selalu mentok di benteng merah Norwegia. Ketika peluang emas datang melalui titik penalti pada babak pertama, Bruno Guimarães justru gagal menaklukan kiper Ørjan Nyland yang tampil luar biasa sepanjang laga. Penyelamatan itu seolah menjadi titik balik pertandingan.
Norwegia menunggu.
Mereka tidak terburu-buru.
Mereka membiarkan Brasil memainkan irama sambanya sendiri, lalu menghantam pada saat yang paling menyakitkan.
Menit ke-79.
Sebuah umpan silang Andreas Schjelderup melayang ke kotak penalti. Di sana sudah berdiri Erling Haaland. Striker bertubuh raksasa itu melompat lebih tinggi dari para bek Brasil sebelum menanduk bola tanpa mampu dijangkau Alisson.
Gol.
Stadion seketika membeku.
Brasil yang sepanjang pertandingan terlihat percaya diri mendadak kehilangan arah.
Belum sempat bangkit, petaka kembali datang sepuluh menit kemudian.
Schjelderup lagi-lagi menjadi kreator. Bola disodorkan kepada Haaland di depan kotak penalti. Anehnya, tak seorang pun benar-benar menempel sang bomber. Dengan satu sentuhan tenang, Haaland melepaskan tembakan mendatar ke sudut gawang.
2-0.
Norwegia berpesta.
Brasil terguncang.
Gol kedua itu menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Carlo Ancelotti yang sepanjang laga justru tampil datar dan kehilangan kreativitas. Pergantian pemain dengan memasukkan Neymar, Endrick, hingga Raphinha tak mampu mengubah jalannya pertandingan.
Harapan Brasil baru muncul jauh di masa tambahan waktu.
Wasit menunjuk titik putih setelah pelanggaran terhadap Casemiro di kotak penalti. Neymar maju sebagai algojo dan sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Namun gol itu datang terlambat.
Tak lama kemudian peluit panjang berbunyi. Kepala para pemain Brasil tertunduk. Sebagian menatap kosong ke tribun, sebagian lainnya menutupi wajah dengan kedua tangan.
Kontras dengan para pemain Norwegia yang berhamburan memasuki lapangan.
Kandidat kuat peraih Sepatu Emas
Haaland menjadi tokoh utama kemenangan Norwegia. Dua golnya membawa koleksi menjadi tujuh gol sepanjang turnamen dan mengukuhkan dirinya sebagai kandidat kuat peraih Sepatu Emas. Sementara Nyland layak disebut pahlawan lain setelah menggagalkan penalti Brasil serta melakukan sejumlah penyelamatan penting sepanjang pertandingan.
Bagi Norwegia, kemenangan ini bukan sekadar tiket menuju perempat final.
Ini adalah malam bersejarah.
Negeri yang selama puluhan tahun hidup di bawah bayang-bayang kekuatan sepak bola Eropa akhirnya berhasil menjatuhkan salah satu raksasa terbesar dunia di panggung Piala Dunia. Mereka kini melangkah ke delapan besar dengan kepercayaan diri tinggi dan akan menghadapi pemenang laga Inggris kontra Meksiko.
Sementara itu, bagi Brasil, kekalahan ini kembali memunculkan pertanyaan lama yang belum terjawab.
Sejak menjuarai Piala Dunia 2002, negeri sepak bola itu terus datang dengan status favorit. Namun satu demi satu turnamen berakhir dengan kekecewaan. Dari tragedi 7-1 melawan Jerman pada 2014, tersingkir lewat adu penalti pada 2022, hingga kini dipulangkan Norwegia di babak 16 besar.
Nama besar ternyata tidak lagi cukup.
Dan ketika peluit panjang berbunyi di New Jersey, dunia menyaksikan sebuah kenyataan baru:
Samba berhenti berdansa. Kini giliran Viking yang berlayar menuju perempat final. *****
