Green School PGE Ulubelu: Investasi SDM untuk Masa Depan Energi Lampung

Kolaborasi PT Pertamina Geothermal Energy, Pemerintah Provinsi Lampung, dan dunia pendidikan membangun generasi yang siap menghadapi era energi baru terbarukan melalui pembelajaran berbasis lingkungan dan industri.

@Iwa Perkasa

Di lereng Gunung Tanggamus, tempat uap panas bumi diubah menjadi listrik yang menerangi jutaan rumah di Sumatera, sedang tumbuh investasi yang nilainya melampaui pembangunan pembangkit listrik. Investasi itu adalah sumber daya manusia.

Melalui Program Green School, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Ulubelu bersama Pemerintah Provinsi Lampung mulai membangun generasi yang memahami energi bersih, mencintai lingkungan, dan siap menghadapi kebutuhan industri masa depan. Program ini menunjukkan bahwa investasi terbesar bagi daerah penghasil energi bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia.

Gagasan tersebut sejalan dengan visi pembangunan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang menegaskan bahwa “kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, melainkan oleh kualitas sumber daya manusianya.” Di tengah besarnya potensi panas bumi Ulubelu, pesan itu menjadi sangat relevan. Kekayaan energi akan memberi manfaat maksimal hanya jika dikelola oleh generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Di tengah tuntutan dunia menuju ekonomi hijau dan target Indonesia mencapai Net Zero Emission 2060, Green School menghadirkan pendekatan yang berbeda. Anak-anak sekolah di sekitar wilayah operasi panas bumi tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mengenal energi terbarukan, konservasi alam, pengelolaan sampah, penghijauan, hingga memahami hubungan antara industri, lingkungan, dan kehidupan masyarakat.

Kunjungan Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kacabdin) Wilayah II Provinsi Lampung, Rodi Hayani Samsun, ke PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus, Jumat (31/7/2026).

Pendidikan dan Industri dalam Satu Ruang Belajar

Bagi Pemerintah Provinsi Lampung, kolaborasi dunia pendidikan dengan industri merupakan langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, berharap kemitraan antara dunia pendidikan dan industri terus diperkuat sebagai upaya menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, terutama pada sektor energi baru terbarukan.

Sebagai tindak lanjut, Thomas menugaskan Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah II Provinsi Lampung, Rodi Hayani Samsun, untuk membangun kerja sama peningkatan kualitas pendidikan di wilayah sekitar operasional PGE Area Ulubelu.

Menurut Thomas, implementasi Green School harus menjadi bentuk kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan industri yang melibatkan guru maupun siswa. Program tersebut tidak berhenti pada bantuan pendidikan, tetapi menjadi media pembelajaran yang memperkenalkan dunia industri kepada peserta didik sejak dini.

Pendekatan ini menunjukkan perubahan paradigma. Dunia pendidikan tidak lagi berdiri sendiri, melainkan tumbuh bersama dunia usaha dalam mempersiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Dari CSR Menjadi Ekosistem Pendidikan

Selama bertahun-tahun, program tanggung jawab sosial perusahaan di sektor pendidikan identik dengan pembangunan ruang kelas, pemberian bantuan sarana belajar, atau renovasi sekolah.

Green School memilih pendekatan yang lebih berkelanjutan.

Program ini memadukan pembangunan sarana pendidikan dengan pembentukan karakter. Siswa diajak memahami bagaimana panas bumi menghasilkan listrik, mengapa hutan harus dijaga, bagaimana mengelola sampah, hingga pentingnya menanam pohon sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Berbagai kegiatan seperti Kelas Geothermal, penghijauan sekolah, pendidikan lingkungan, penguatan budaya hidup bersih, hingga pelatihan pemanfaatan limbah menjadikan sekolah sebagai laboratorium pembelajaran lingkungan.

Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar membaca dan berhitung, tetapi juga ruang membangun karakter generasi yang peduli terhadap keberlanjutan.

Keunggulan Green School terletak pada konteks lokalnya.

Di banyak daerah, energi baru terbarukan masih sebatas teori dalam buku pelajaran. Di Ulubelu, siswa dapat melihat secara langsung pembangkit listrik tenaga panas bumi yang berada tidak jauh dari sekolah mereka.

Energi bersih tidak lagi menjadi konsep abstrak.

Ia hadir di depan mata.

Kedekatan itu membuat proses belajar menjadi lebih nyata. Anak-anak memahami bahwa sumber daya alam yang mereka miliki memiliki nilai strategis bagi ketahanan energi nasional sekaligus harus dikelola secara bertanggung jawab.

Visi tersebut sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

Delapan Sekolah, Satu Misi

Dokumen perusahaan menunjukkan Green School mulai dikembangkan sejak 2019 dengan delapan sekolah mitra binaan di Area Ulubelu. Jumlah sekolah mitra binaan akan terus dikembangkan di sekolah menengah atas di Lampung, terutama di kabupaten terdekat.

Program ini lahir dari kebutuhan meningkatkan literasi masyarakat mengenai energi panas bumi sekaligus membangun budaya peduli lingkungan sejak usia dini.

Dampaknya tidak hanya terlihat dari lingkungan sekolah yang semakin hijau, tetapi juga meningkatnya partisipasi guru dan siswa dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan.

Investasi SDM, Bukan Sekadar Bantuan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas Amirico, menilai kolaborasi yang dibangun bersama PGE merupakan langkah strategis dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.

“PGE Ulu Belu telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Yang sedang kami bangun sekarang bukan lagi sekadar program CSR dalam bentuk bantuan, tetapi sebuah ekosistem pendidikan yang melibatkan sekolah, guru, siswa, dan dunia industri secara berkelanjutan,” ujarnya.

Salah satu bentuk kerja sama yang tengah disiapkan, seperti dijelaskan Rodi adalah dukungan bagi siswa berprestasi di SMA Negeri 1 Ulubelu. Sekolah tersebut dipilih karena berada di kawasan operasional perusahaan sehingga manfaat keberadaan industri dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Green School telah bergerak melampaui konsep CSR konvensional. Program ini menjadi investasi sosial jangka panjang yang bertujuan membangun kapasitas manusia.

Menyiapkan Generasi Energi Bersih

Indonesia tengah mempercepat pengembangan energi baru terbarukan.

PGE Area Ulubelu sendiri terus memperluas pengembangan panas bumi, termasuk mendukung berbagai inovasi menuju ekonomi rendah karbon.

Namun pembangunan infrastruktur energi tidak akan cukup tanpa sumber daya manusia yang memahami pentingnya keberlanjutan.

Di sinilah Green School memiliki arti strategis.

Program ini membuka ruang bagi lahirnya generasi yang kelak menjadi insinyur, peneliti, teknisi, guru, wirausahawan, hingga pemimpin yang memahami hubungan antara energi, lingkungan, dan pembangunan.

Green School tidak hanya mengajarkan bagaimana listrik dihasilkan.

Program ini mengajarkan mengapa alam harus dijaga agar energi tetap lestari.

Green School masih memiliki ruang yang luas untuk berkembang. Program ini dapat diperkuat melalui laboratorium energi terbarukan, pembelajaran STEM berbasis panas bumi, bank sampah digital, kebun pangan sekolah, pengukuran jejak karbon, hingga wisata edukasi geothermal.

Jika dikembangkan secara konsisten melalui kolaborasi pemerintah, dunia pendidikan, dan industri, Ulubelu berpeluang menjadi pusat pembelajaran energi bersih di Indonesia.

Nilai terbesar Green School sesungguhnya bukan terletak pada jumlah pohon yang ditanam ataupun fasilitas yang dibangun. Nilai sesungguhnya adalah perubahan cara pandang.

Ketika seorang siswa memahami bahwa listrik berasal dari energi yang ramah lingkungan, bahwa hutan menjaga sumber air, dan bahwa ilmu pengetahuan menentukan masa depan daerahnya, pendidikan telah melampaui batas ruang kelas.

Seperti yang pernah disampaikan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, “Masa depan Provinsi Lampung bukan berada di kantor gubernur ataupun di kantor dinas. Masa depan Lampung berada di ruang-ruang kelas.”

Di Ulubelu, ruang-ruang kelas itu kini tidak hanya menjadi tempat belajar. Bersama Green School, ruang kelas telah menjelma menjadi tempat lahirnya generasi yang kelak menjaga bumi sekaligus mengelola kekayaan energi Lampung secara berkelanjutan.*****

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *