BANDARLAMPUNG – Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Kamis (20/8/2026) pagi, berubah menjadi ruang bermain dan bergerak bagi ribuan anak usia dini.
Sebanyak 43.818 anak Taman Kanak-kanak (TK) dari seluruh kabupaten/kota di Lampung mengikuti Senam Massal Anak Indonesia Hebat yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi Lampung.
Sebagian anak hadir langsung di Lapangan Korpri. Sebagian lainnya mengikuti kegiatan secara daring dari sekolah masing-masing. Meski berada di tempat berbeda, mereka bergerak dalam irama yang sama.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Keceriaan sudah terasa sejak awal acara. Anak-anak TK menampilkan beragam tari tradisional sebelum bersama-sama mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat.
Bunda PAUD Provinsi Lampung, Purnama Wulan Mirza, turut bergabung dan mengikuti gerakan senam bersama anak-anak.
Bagi Wulan, kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan atau aktivitas bersama. Senam menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan pentingnya bergerak dan berolahraga kepada anak sejak usia dini, dengan suasana yang menyenangkan.
“Kegiatan senam bersama ini merupakan salah satu usaha kita bersama untuk selalu mengajak anak-anak rutin berolahraga, bukan cuma untuk olahraga sama-sama atau senang-senang, tetapi juga membiasakan anak-anak untuk terus bergerak,” ujar Wulan.
Menurutnya, kebiasaan hidup aktif tidak dapat dibentuk secara instan. Ia perlu diperkenalkan sejak anak masih berada pada usia dini dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Karena itu, aktivitas fisik perlu berjalan beriringan dengan pola hidup sehat, mulai dari mengonsumsi makanan bergizi, cukup minum, beristirahat, hingga mendapatkan waktu yang seimbang untuk bermain dan belajar.
“Anak hebat pastinya harus sehat. Anak hebat ceria, bahagia, aktif dan juga mandiri, berkarakter, serta memiliki semangat untuk belajar bersama dan berkembang,” katanya.
Wulan juga mengingatkan bahwa tumbuh kembang anak membutuhkan pendampingan yang tepat dari orang tua dan guru. Anak usia dini, kata dia, memiliki dunia sendiri yang harus dipahami, bukan sekadar diarahkan.
“Masa usia dini merupakan masa yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Dasarnya anak-anak sehat itu dibina dan dipupuk dari masa usia dini seperti ini,” ujarnya.
Pesan serupa disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico.
Gubernur mengapresiasi antusiasme anak-anak dari seluruh Lampung yang mengikuti Gebyar Senam Massal Anak Indonesia Hebat 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum yang menyenangkan untuk memperingati Hari Anak Nasional sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi kita selain melihat anak-anak tumbuh sehat, ceria, dan semangat belajar serta bermain,” demikian pesan Gubernur.
Ia juga mengajak anak-anak menikmati masa pertumbuhan dengan belajar, bermain, berolahraga, menjaga kesehatan, serta menghormati orang tua dan guru.
Di balik kemeriahan ribuan anak yang bergerak bersama, kegiatan tersebut membawa pesan yang lebih mendasar: kebiasaan hidup sehat perlu dimulai jauh sebelum anak memasuki usia dewasa.
Partisipasi 43.818 anak dari seluruh kabupaten/kota menunjukkan besarnya keterlibatan satuan pendidikan PAUD dan TK dalam mendorong aktivitas fisik sejak dini.
Namun, tantangannya adalah memastikan semangat bergerak tidak berhenti ketika acara berakhir.
Senam massal hanya berlangsung sehari. Kebiasaan sehat harus berlangsung setiap hari.
Karena itu, sekolah, guru dan orang tua memiliki peran penting untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian anak bersama dengan pola makan bergizi, istirahat cukup, bermain, belajar dan interaksi sosial yang sehat.
