Keputusan Tepat: Rute Lampung–Kuala Lumpur Buka Potensi 20.000–50.000 Wisatawan/Bulan, Ini Hitungannya

BANDARLAMPUNG — Lampung mengambil langkah strategis dengan pembukaan rute penerbangan Lampung–Kuala Lumpur oleh TransNusa mulai 12 Februari 2026. Keputusan ini memastikan Bandara Radin Inten II tetap aktif sebagai bandara internasional sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Rute baru ini mempermudah akses warga Lampung ke Malaysia maupun Jeddah, termasuk sekitar 24 ribu jamaah umrah per tahun, dan menghemat waktu serta biaya perjalanan. Penerbangan reguler setiap Senin dan Kamis juga melayani rute domestik Lampung–Jakarta, menjadikan perjalanan lebih efisien.

Berdasarkan data kunjungan wisatawan, total pengunjung Lampung 2025 mencapai 24,7 juta per tahun, dengan 5–10% wisatawan asing, atau sekitar 100–200 ribu per bulan. Dari data nasional, Malaysia menyumbang 20–25% wisatawan mancanegara ke Indonesia. Dengan asumsi ini, diperkirakan sekitar 20.000–50.000 wisatawan Malaysia berpotensi mengunjungi Lampung setiap bulan, dengan catatan jika jalur udara dimanfaatkan optimal.

Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengatakan, penerbangan perdana tersebut merupakan bagian dari proses lanjutan. Proses itu dilakukan setelah penetapan kembali Bandara Radin Inten II sebagai bandara internasional disetujui pemerintah pusat.

“Penerbangan perdana  dari Lampung ke Kuala Lumpur tentunya bagian dari proses bahwa Bandara Internasional Radin Inten II, alhamdulillah, kembali telah ditetapkan menjadi bandara internasional,” kata Marindo, Rabu, 11 Februari 2026.

 

Marindo menegaskan, Pemprov Lampung telah mengimbau seluruh pihak untuk mendukung penerbangan internasional perdana tersebut agar berjalan sukses dan tidak sepi penumpang.

 

Hal ini dinilai penting demi menjaga kepercayaan maskapai dan investor agar tetap membuka slot penerbangan internasional dari Lampung.

Pemerintah Lampung juga menyiapkan misi pembangunan ke Malaysia, termasuk promosi pariwisata, kerja sama perdagangan, dan layanan bagi pekerja migran. Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Bambang Sumbogo menegaskan, keberhasilan penerbangan bergantung pada partisipasi masyarakat.

“Keputusan membuka rute Lampung–Kuala Lumpur ini tepat. Jika dimanfaatkan optimal, Bandara Radin Inten II bukan hanya simbol, tapi penggerak ekonomi nyata Lampung,” ujar Bambang.

Pemerintah Lampung juga menyiapkan kunjungan ke Malaysia sebagai misi pembangunan, bukan perjalanan seremonial. Agenda mencakup promosi pariwisata, penjajakan kerja sama perdagangan, hingga penguatan layanan bagi pekerja migran.

Sejumlah asosiasi perjalanan, termasuk ASITA, ASTINDO, dan PPUI, menyatakan siap mendukung paket wisata, umrah, dan kolaborasi bisnis lintas negara. (IWA)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *