Sinar pagi menembus jendela kaca besar Nuwa Baca Zainal Abidin Pagaralam, Bandarlampung. Di lantai dasar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi Lampung, puluhan anak PAUD duduk melingkar dengan krayon warna-warni di tangan. Ada yang tekun mengarsir, ada yang sesekali menengok temannya, ada pula yang terkikik kecil saat warna melampaui garis gambar.
Suasana kian hangat ketika Bunda PAUD Provinsi Lampung, Purnama Wulansari Mirza, hadir pada Rabu (11/02/2026). Ia disambut lambaian tangan mungil dan sorak ceria anak-anak yang datang dari Mesuji, Metro, Pringsewu, Bandarlampung, hingga Bandar Jaya. Hari itu, Nuwa Baca berubah menjadi panggung Gebyar Mewarnai PAUD se-Provinsi Lampung, sebuah perayaan kreativitas yang lahir dari kolaborasi Gramedia, Tribun Lampung, Agatis, dan dukungan pemerintah daerah.
Di hadapan para peserta dan guru pendamping, Purnama berbicara dengan nada lembut namun penuh semangat. “Bunda sangat senang bisa bertemu langsung dengan anak-anak PAUD se-Lampung. Dalam lomba hari ini, yang terpenting bukan menang atau kalah, tetapi semangatnya,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini dirancang sebagai ruang bermain, belajar, dan berekspresi. Anak-anak diajak menikmati proses, memilih warna, berani berkreasi, dan mengekspresikan imajinasi tanpa takut salah. Bagi banyak anak, inilah mungkin pertama kalinya mereka tampil di ruang publik yang besar namun tetap ramah dan menyenangkan.
Sebelum krayon menyentuh kertas, seluruh peserta mengikuti senam sehat bersama. Musik riang mengalun, tangan-tangan kecil terangkat, dan tawa pecah di setiap sudut ruangan. Kecanggungan awal perlahan berubah menjadi keceriaan kolektif.
Di sela kegiatan, momen paling hangat terjadi ketika Bunda PAUD, yang akrab disapa Batin Wulan beranjak ke Ruang Layanan Anak Bermain dan Membaca. Didampingi Ketua Pokja Bunda PAUD, Kepala Dinas PPPA, serta Kepala Dispusip Lampung, ia duduk di karpet warna-warni dan membacakan dongeng untuk anak-anak TK Taman Indriya Bandar Lampung. Mata-mata kecil menatap penuh rasa ingin tahu, seakan terbawa masuk ke dunia cerita.
Sementara itu, di lantai dua Gedung Dispusip berlangsung Seminar Gerakan Sejuta Ibu Membaca Nyaring yang menghadirkan pemateri dari Read Loud Lampung. Para ibu peserta lomba dibekali teknik bercerita yang lebih ekspresif, interaktif, dan menyentuh, agar literasi tumbuh dari rumah.
Tak jauh dari lokasi lomba, donor darah yang difasilitasi PMI Provinsi Lampung juga berlangsung, menjadikan acara ini bukan hanya milik anak-anak, tetapi juga ruang berbagi kebaikan bagi masyarakat luas.
Menutup rangkaian kegiatan, Bunda PAUD Lampung menyerahkan 30 mushaf Alquran bantuan Gramedia kepada TPA Darul Iman Maryati, Masjid Ilmi Darmajaya, dan Rumah Alquran Amilusshol, sebuah simbol dukungan pada pendidikan spiritual anak-anak Lampung.
Lebih dari sekadar pesta warna, hari itu Nuwa Baca menjadi ruang pertemuan antara imajinasi, literasi, kebersamaan, dan kepedulian sosial, sebuah langkah kecil namun bermakna dalam menyiapkan generasi Lampung yang percaya diri, kreatif, dan berkarakter.(iwa)
