Bandarlampung – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung mulai mengintensifkan kegiatan perbaikan jalan nasional di berbagai ruas strategis. Salah satu kegiatan yang tengah berlangsung adalah penutupan lubang di Jalan Bypass Soekarno Hatta, Bandarlampung, yang merupakan bagian dari ruas Lintas Tengah.
Perbaikan ini menjadi bagian dari program rehabilitasi dan pemeliharaan rutin jalan nasional guna memastikan kondisi jalan tetap mantap dan aman dilalui masyarakat, khususnya para pemudik. BPJN Lampung memfokuskan penanganan pada tiga koridor utama di Provinsi Lampung, yakni Lintas Timur, Lintas Tengah, dan Lintas Barat yang menjadi jalur vital pergerakan kendaraan selama periode Angkutan Lebaran.
Secara keseluruhan, panjang jalan nasional yang ditangani di Provinsi Lampung mencapai 1.298,48 kilometer. Rinciannya meliputi Lintas Barat sepanjang 333,57 kilometer, Lintas Tengah 318,47 kilometer, dan Lintas Timur 285,18 kilometer. Seluruh penanganan dilakukan secara simultan dengan mengerahkan beberapa tim teknis di lapangan.
Sejak Februari 2026, BPJN Lampung telah menurunkan tim sapu lubang, tim patching dan overlay, serta tim pemeliharaan drainase dan pengendalian tanaman. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan target zero pothole atau nihil lubang pada ruas-ruas prioritas menjelang puncak arus mudik.
Percepatan perbaikan jalan dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026 berjalan lancar, aman, dan nyaman. BPJN Lampung menargetkan seluruh ruas jalan nasional dalam kondisi siap dilalui paling lambat sepuluh hari sebelum Hari Raya Idulfitri.
Selain melakukan penanganan teknis di lapangan, BPJN Lampung juga mengimbau para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mematuhi peraturan lalu lintas, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan mudik.
Melalui langkah preventif dan responsif ini, BPJN Lampung berkomitmen menjaga kemantapan infrastruktur jalan nasional sebagai tulang punggung konektivitas dan kelancaran arus transportasi di Provinsi Lampung selama momentum Lebaran 2026.(nomics)
