Daya Beli Tergerus, Lampung Memasuki Fase Bertahan

@i-nomics

Lampung hari ini menunjukkan satu gejala yang tidak bisa diabaikan, yaitu daya beli masyarakat mulai melemah. Sinyalnya terlihat jelas dari turunnya Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2026 menjadi 126,81, dari 128,17 pada Januari.

Penurunan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari kondisi ekonomi riil di perdesaan. Petani, sebagai kelompok terbesar dalam struktur ekonomi Lampung, kini menghadapi tekanan ganda. Pendapatan menurun dan biaya hidup yang meningkat.

Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru naik. Kenaikan ini terutama berasal dari kebutuhan konsumsi rumah tangga, seperti makanan, minuman, dan kebutuhan pokok lainnya. Dalam kondisi ini, ruang ekonomi petani semakin sempit.

Situasi menjadi lebih berat karena terjadi menjelang Lebaran, saat kebutuhan hidup meningkat. Momentum yang biasanya mendorong konsumsi, bagi sebagian masyarakat justru berubah menjadi fase bertahan.

Tekanan ini diperkuat oleh struktur inflasi Lampung yang mencapai 2,95 persen (y-on-y). Secara angka, inflasi terlihat terkendali. Namun, sumber kenaikannya justru berasal dari kebutuhan paling mendasar yaitu listrik, energi rumah tangga, dan pangan.

Artinya, masyarakat tidak sedang menghadapi inflasi biasa. Mereka menghadapi kenaikan biaya hidup pada sektor yang tidak bisa dihindari. Ketika harga kebutuhan dasar naik, dampaknya langsung terasa pada keseharian.

Kombinasi antara pendapatan yang melemah dan pengeluaran yang meningkat menciptakan satu kondisi daya beli tergerus secara perlahan. Ini bukan penurunan drastis yang terlihat jelas, melainkan tekanan bertahap yang mengubah perilaku ekonomi masyarakat.

Lampung hari ini belum memasuki krisis. Namun tanda-tandanya menunjukkan satu hal yang jelas. Masyarakat, terutama di perdesaan, sedang memasuki fase bertahan.***

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *