Lampung Tak Terlihat di IFBC 2026: Sinyal Lemahnya Positioning Bisnis Daerah di Panggung Nasional

Di tengah geliat Info Franchise and Business Concept (IFBC) Expo 2026 Palembang yang mempertemukan pelaku usaha, investor, dan peluang kemitraan, keterlibatan Lampung tidak muncul dalam ekspos utama kegiatan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius, seberapa siap Lampung memainkan peran dalam ekosistem bisnis nasional yang kian kompetitif?

@Iwa Perkasa

Pameran IFBC 2026 di Palembang menjadi momentum strategis untuk membangun jejaring usaha sekaligus memperkuat promosi investasi daerah. Mengusung tema “Grow Beyond Boundaries”, ajang ini menegaskan pentingnya ekspansi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

Namun, dalam berbagai publikasi resmi dan pemberitaan media, tidak terlihat adanya partisipasi terstruktur dari Lampung, baik dalam bentuk delegasi pemerintah daerah maupun branding kolektif sebagai kekuatan ekonomi wilayah. Jika pun terdapat pelaku usaha asal Lampung yang hadir, keterlibatan tersebut tidak muncul dalam sorotan utama kegiatan.

Kondisi ini berbeda dengan tren tahun sebelumnya. Pada 2025, puluhan UMKM asal Lampung tercatat ikut ambil bagian dalam IFBC melalui program pembinaan berbasis BUMN. Kehadiran tersebut menjadi sinyal awal bahwa pelaku usaha Lampung memiliki potensi untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

Meski demikian, pola partisipasi tersebut masih bersifat sektoral dan belum terorkestrasi sebagai strategi daerah. Lampung hadir, tetapi belum tampil sebagai identitas ekonomi yang solid di tingkat nasional.

Padahal, secara potensi, Lampung memiliki basis yang kuat untuk tampil dalam ekosistem franchise dan bisnis modern. Komoditas unggulan seperti kopi, singkong, dan sawit membuka ruang hilirisasi bernilai tambah, yang sejalan dengan arah pengembangan ekonomi nasional.

Kehadiran berbagai pihak dalam IFBC 2026—termasuk lembaga yang mendorong inovasi produk turunan komoditas menunjukkan bahwa panggung ini bukan sekadar pameran, melainkan arena kompetisi antar daerah dalam menarik investasi dan memperluas pasar.

Dalam konteks tersebut, ketiadaan ekspos Lampung dalam panggung utama IFBC 2026 menjadi catatan penting. Bukan semata soal hadir atau tidak, tetapi tentang bagaimana sebuah daerah memanfaatkan momentum untuk membangun citra ekonomi, memperluas jejaring, dan mengunci peluang.

Jika pada 2025 Lampung mulai masuk melalui jalur UMKM binaan, maka tantangan berikutnya adalah naik kelas dari partisipasi terbatas menuju kehadiran yang terstruktur dan strategis. Tanpa itu, Lampung berisiko terus berada di pinggir arus utama pertumbuhan bisnis nasional.

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *