Lampung–Aceh 30 Jam, Tarif Mulai Rp400 Ribu? Simulasi Saat Sumatra Terhubung Kereta Api

@Iwa Perkasa

Bayangkan suatu pagi Anda berangkat dari Bandar Lampung dengan kereta api. Esok harinya, setelah melewati hamparan perkebunan sawit, jalur pegunungan Bukit Barisan, dan sejumlah kota besar Sumatra, lalu tiba-tiba  Anda sudah berada di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Hari ini perjalanan seperti itu masih mustahil dilakukan. Jaringan kereta api di Sumatra masih terpecah dalam beberapa segmen yang belum saling terhubung. Namun rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk membangun koridor rel yang menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung membuka imajinasi baru tentang masa depan transportasi di pulau terbesar kedua di Indonesia tersebut.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa pengembangan jaringan kereta api Sumatra merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun konektivitas rel yang terintegrasi dari ujung utara hingga ujung selatan pulau.

Jika proyek tersebut benar-benar terwujud, bagaimana wajah perjalanan di Sumatra akan berubah? Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Dan berapa kira-kira harga tiket yang harus dibayar penumpang?

Ketika Sumatra Menjadi Lebih Dekat

Selama ini mobilitas antarkota di Sumatra masih sangat bergantung pada jalan raya dan penerbangan. Untuk perjalanan jarak jauh, masyarakat umumnya harus memilih antara menghabiskan waktu berjam-jam di jalan lintas atau membeli tiket pesawat yang harganya fluktuatif.

Kereta api berpotensi menghadirkan pilihan baru.

Dengan menggunakan asumsi kecepatan operasional yang mendekati kereta jarak jauh di Pulau Jawa, yakni sekitar 70–80 kilometer per jam setelah memperhitungkan pemberhentian di stasiun, perjalanan antarkota di Sumatra dapat dipangkas secara signifikan.

Berikut simulasi waktu tempuh dari Bandar Lampung menuju sejumlah kota besar di Sumatra:

Tujuan Estimasi Waktu Tempuh
Palembang 5–6 jam
Jambi 9–10 jam
Pekanbaru 13–15 jam
Padang 15–17 jam
Medan 21–24 jam
Banda Aceh 26–30 jam

Dalam skenario tersebut, perjalanan Bandar Lampung–Palembang dapat menjadi perjalanan bisnis harian. Bandar Lampung–Jambi cukup ditempuh dalam satu malam. Sementara perjalanan menuju Medan yang saat ini membutuhkan kombinasi perjalanan darat panjang atau penerbangan, dapat dilakukan dengan satu moda transportasi yang sama.

Berapa Harga Tiketnya?

Tentu belum ada tarif resmi karena proyek ini masih berada pada tahap perencanaan. Namun jika mengacu pada pola tarif kereta komersial jarak jauh di Jawa saat ini, kisaran harga tiket dapat diproyeksikan sebagai berikut:

Tujuan Ekonomi Eksekutif
Palembang Rp75 ribu–Rp150 ribu Rp200 ribu–Rp350 ribu
Jambi Rp120 ribu–Rp250 ribu Rp350 ribu–Rp600 ribu
Pekanbaru Rp180 ribu–Rp350 ribu Rp500 ribu–Rp900 ribu
Padang Rp200 ribu–Rp400 ribu Rp600 ribu–Rp1 juta
Medan Rp300 ribu–Rp600 ribu Rp900 ribu–Rp1,5 juta
Banda Aceh Rp400 ribu–Rp800 ribu Rp1,2 juta–Rp2 juta

Artinya, perjalanan dari Bandar Lampung menuju Banda Aceh berpotensi memiliki tarif yang masih kompetitif dibandingkan perjalanan udara pada musim ramai, sekaligus menawarkan pengalaman perjalanan lintas Sumatra yang belum pernah ada sebelumnya.

Bukan Sekadar Kereta Penumpang

Meski menarik dibayangkan dari sisi penumpang, manfaat terbesar proyek ini sesungguhnya berada pada sektor logistik.

Sumatra merupakan rumah bagi berbagai komoditas strategis nasional, mulai dari sawit, batu bara, kopi, karet, hingga hasil perkebunan lainnya. Selama ini sebagian besar distribusi barang masih mengandalkan angkutan truk yang menghadapi keterbatasan kapasitas, biaya bahan bakar, dan kondisi jalan.

Jika koridor rel tersambung penuh, biaya distribusi barang berpotensi turun, waktu pengiriman menjadi lebih efisien, dan konektivitas kawasan industri dengan pelabuhan dapat meningkat secara signifikan.

Dalam banyak negara, rel kereta bukan hanya alat transportasi penumpang, melainkan urat nadi ekonomi yang menggerakkan perdagangan antarwilayah.

Lampung Bisa Menjadi Gerbang Selatan Sumatra

Bagi Lampung, proyek ini memiliki arti yang jauh lebih strategis.

Sebagai pintu gerbang Sumatra menuju Jawa, posisi Lampung berpotensi semakin kuat dalam jaringan logistik nasional. Barang dari Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, hingga Palembang dapat bergerak menuju ujung selatan Sumatra dengan biaya yang lebih efisien sebelum diteruskan ke Pulau Jawa.

Dengan kata lain, rel yang menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung bukan hanya menyatukan jalur kereta api. Ia berpotensi menyatukan ruang ekonomi Sumatra yang selama ini masih terfragmentasi.

Memang, proyek ini masih berada pada tahap awal dan membutuhkan investasi yang sangat besar, diperkirakan mencapai US$20 miliar hingga US$25 miliar atau sekitar Rp358 triliun hingga Rp448 triliun.

Namun jika suatu hari rel itu benar-benar terwujud, jarak antarkota di Sumatra tidak lagi diukur dalam hari perjalanan yang melelahkan, melainkan dalam hitungan jam.

Dan mungkin, suatu pagi nanti, perjalanan kereta dari Bandar Lampung ke Banda Aceh bukan lagi sekadar simulasi.*****

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *